Beranda Bandar Lampung

Lampung Layak Jadi Ibukota, Ini 6 Fakta Pendukung yang Dipaparkan Arinal

228
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Rapat Koordinasi Gubernur, di Ballroom Krakatau Hotel Grage, Bengkulu, Selasa (9/7/2019). Foto : Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi meminta dukungan seluruh Gubernur se-Sumatera untuk menjadikan Lampung sebagai ibukota negara yang baru. Permintaan dukungan itu disampaikan Arinal dalam Rapat Koordinasi Gubernur, di Ballroom Krakatau Hotel Grage, Bengkulu, Selasa (9/7/2019).

Tak hanya sekedar meminta dukungan, Arinal pun memaparkan 6 fakta pendukung yang menjadikan Lampung memang layak menjadi pengganti DKI Jakarta.

“Sedikitnya ada 6 fakta pendukung yang membuat Lampung cocok sebagai ibukota negara di samping nominator lain seperti Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Selatan,” kata Arinal.

Pertama, terkait faktor geografis Lampung yang strategis (geostrategis) dan sangat ideal bagi sebuah Ibu Kota Negaga (IKN), terlebih-lebih dengan dukungan pengembangan Kawasan Strategis Selat Sunda yang telah ditetapkan dalam RTRWN.

Kedua, faktor demografis. Penduduk Provinsi Lampung saat ini sekitar 9,5 juta jiwa yang merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbesar ke-3 di luar Jawa. Penduduk yang cukup besar ini menjadi potensi tenaga kerja sebagai pendukung, baik pada masa pengembangan (konstruksi) maupun pada saat beroperasinya IKN. Dengan demikian maka pembangunan IKN di Lampung dapat lebih cepat akselerasinya.

“Ketiga, Provinsi Lampung memiliki lahan yang cukup untuk IKN. Lagi pula, biaya konstruksi di Provinsi Lampung pasti lebih murah, karena Lampung kaya akan potensi alam,” ujar Arinal.

Keempat, dalam tinjauan ideologi, masyarakat Lampung secara sociocultural telah mewakili keragaman etnis se-Nusantara, dan masyarakat Lampung telah terbukti sangat terbuka dengan perubahan-perubahan dan pembaharuan.

“Provinsi Lampung tidak pernah tercatat sebagai pusat dari gerakan-gerakan radikalisme,” jelas Arinal.

Kelima, dari sisi pertahanan dan keamanan, pusat-pusat pertahanan tidak terlampau jauh dari Provinsi Lampung untuk mem-back up manakala terjadi hal-hal yang diperlukan. Seperti: pusat pertahanan Armabar di Jakarta dapat direlokasi ke Lampung, Kopassus, Brimob, dan sebaran dari pasukan-pasukan yang ada di Jakarta, Banten, dan Bodetabek.

“Di Lampung ada Batalyon Infanteri 7 dan 9 Marinir yang bermarkas di Piabung, Kabupaten Pesawaran. Bahkan Kementerian Pertahanan sedang menyusun perencanaan untuk pemindahan industri strategis pertahanan (PT. PINDAD, PT. PAL, PT Dirgantara Indonesia) ke Lampung,” ujar Gubernur.

Keenam, Provinsi Lampung dapat dijadikan pusat pendidikan. Saat ini, sudah terdapat universitas besar yaitu Universitas Lampung, Itera UIN Raden Intan, dan beberapa universitas swasta lainnya.

“Berdasarkan data, pada saat ini sekitar 35% mahasiswa PTN di Lampung berasal dari luar Provinsi Lampung, antara lain: Jakarta, Jawa Barat, Banten, dan provinsi di Sumatera. Hal ini menunjukkan Provinsi Lampung sudah menjadi pusat pendidikan (center of excellence),” tandasnya. (Rls)

 

 

Facebook Comments