Beranda Daerah Lampung Mesuji

Mobil Sedan Tangki Siluman Isi Solar di SPBU Mesuji, Diduga Dijual ke Pabrik dan Industri

491
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Pom Bensin yang terletak di Desa Simpang Pematang, Kecamatan Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung mengisi minyak berjenis solar kepada mobil sedan berplat nomor BG 1516 ZG yang diduga bertangki setan (rakitan) pada Senin, (8/7/2019) Pagi. Foto: Gusti/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Mesuji – Praktik pengecoran solar subsidi ditemukan wartawan Kupas Tuntas pada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Desa Simpang Pematang, Mesuji, Senin (8/7). Saat itu, mobil sedan bernomor polisi BG 1516 ZG sedang membeli solar subsidi dengan dimasukan ke dalam tangki yang sudah dimodifikasi yang diletakan pada kursi penumpang bagian belakang.

Ada pemandangan yang unik saat menyaksikan mobil sedan tersebut melakukan pengisian solar. Selang pengisian solar tidak dimasukan ke dalam tangki BBM kendaraan pada umumnya, namun dimasukan pada bagian atas pintu kendaraan bagian belakang. Pemilik kendaraan sengaja memodifikasi tangki (orang setempat biasa menyebut tangki setan) lebih luas, agar bisa memuat solar jauh lebih banyak.

Melihat kondisi yang tidak wajar tersebut, wartawan Kupas Tuntas lalu memfoto kendaraan dan menghubungi petugas SBPU setempat untuk menanyakan kejanggalan yang terjadi. Namun, hal itu langsung direspon oleh dua orang pria berinisial H dan U yang mengaku sebagai pekerja di SPBU dengan sikap tidak terima.

Keduanya meminta wartawan Kupas Tuntas untuk menghapus semua foto yang telah diambil. “Hapus foto-foto itu. Kita jangan segangguan. Kalau lelaki, ayo kita di pekat sana,” kata pria berinisial H.

Sementara Ririn, warga Desa Simpang Pematang mengaku gerah dengan pengisian BBM yang curang tersebut. Pasalnya, hampir setiap hari terjadi antrian di SPBU, sehingga warga kerap tidak kebagian Premium dan Solar.

“Kami selalu tidak kebagian bensin. Terpaksa mengisi pertalite. Entah kenapa, padahal mobil tangki minyak datang terus setiap hari,” ucapnya, kemarin.

Untuk itu, ia berharap, pihak terkait diminta untuk menindaklanjutinya agar kasus serupa tidak terus terulang. “Tolonglah keadaan seperti ini ditindaklanjuti oleh pemerintah atau aparat hukum. Jika ada unsur pidana, tolong ditindak,” tandasnya.

BACA JUGA : Dugaan Pelanggaran Petugas SPBU di Desa Simpang Pematang, Hiswana Migas: Pemda Setempat Harus Turun Tangan

Pom Bensin yang terletak di Desa Simpang Pematang, Kecamatan Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung mengisi minyak berjenis solar kepada mobil sedan berplat nomor BG 1516 ZG yang diduga bertangki setan (rakitan) pada Senin, (8/7/2019). Foto: Gusti/Kupastuntas.co

Informasi yang dihimpun Kupas Tuntas, solar subsidi yang diborong pengecer itu diduga dijual ke pabrik atau industri. Bahkan, disinyalir solar-solar itu dijual hingga ke wilayah Sumatera Selatan (Sumsel). Hal itu bisa dilihat dari plat nomor kendaraan saat melakukan pengecoran solar di SPBU.   

Jika melihat dari selisih harga solar subsidi dan nonsubsidi yang demikian tinggi, sangat beralasan jika pengecor solar menjual ke pihak industri. Saat ini harga solar subsidi hanya Rp5.150 per liter, sementara harga solar industri atau nonsubsidi sudah tembus Rp12.400 per liter. Sehingga terjadi selisih harga sebesar Rp7.250 per liter.

Kupas Tuntas juga pernah memergoki mobil Grandmax yang sedang membongkar solar di jalan tol Pematang pada pekan lalu. Saat itu mobil ditutup menggunakan terpal agar tidak menarik perhatian masyarakat.

Sementara itu, Polres Mesuji mengaku masih melakukan penyelidikan terhadap SPBU di Desa Simpang Pematang yang melayani pengecoran solar subsidi kepada mobil sedan berplat nomor BG 1516 ZG tersebut.

BACA JUGA : Polisi Mesuji Turun Tangan Selidiki Dugaan Pelanggaran Petugas Pom Bensin Simpang Pematang

Kapolres Mesuji AKBP Edi Purnomo mengatakan, jika ditemukan alat bukti yang cukup dalam penyelidikan kejadian itu, maka sanksi hukum akan ditegakkan sesuai peraturan dan undang-undang yang berlaku.

“Kalau alat buktinya cukup, maka bisa dikenakan sanksi hukum. Namun ini masih dalam penyelidikan,”ujar Edi saat dihubungi melalui ponselnya.

Terkait bentuk sanksi hukum yang akan dijatuhkan, ia pun meminta wartawan Kupas Tuntas untuk menghubungi Kasat Reskrim Mesuji. “Untuk lebih lengkapnya langsung kordinasi dengan Kasat Reskrim saja, mas,” saran Kapolres.

Kasat Reskrim Mesuji AKP Zainul Fachry pun mengatakan, pihaknya sedang melakukan pencarian terhadap mobil tersebut. “Kami akan lidik dulu mobilnya,” jelasnya.

Diketahui, pengisian BBM pada mobil yang diduga memakai tangki setan marak terjadi di SPBU Kabupaten Mesuji. Bahkan SPBU juga selalu melayani pengisian dalam bentuk jeriken dengan ukuran yang besar. Ironisnya, kejadian seperti itu terus berlangsung dan tidak ada teguran terhadap SPBU yang melakukan. (Gusti)

Artikel ini telah terbit pada Surat Kabar Harian Kupas Tuntas Edisi Selasa, 09 Juli 2019 dengan judul “Pengecor Sedot Solar Subsidi di SPBU Mesuji, Diduga Dijual ke Pabrik dan Industri”

Facebook Comments