• Sabtu, 07 Desember 2019

Presley Hutabarat, Pemimpin Wilayah BRI Bandar Lampung yang Memposisikan Diri Sebagai Anak Buah

Selasa, 09 Juli 2019 - 10.48 WIB - 0

Penulis

Kupastuntas

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Menjadi leader bukan pekerjaan yang mudah. Apalagi seorang pemimpin tentunya harus bisa menjadi teladan dan motivator bagi jajaran di bawahnya.

Setiap pemimpin memiliki gaya dan cara berbeda dalam menahkodai karyawannya sehingga perusahaan bisa survive. Pun demikian dengan Pemimpin Wilayah (Pinwil) Bank Rakyat Indonesia (BRI) Bandar Lampung, Presley Hutabarat.

Kepada Kupas Tuntas, pria kelahiran 23 Oktober 1965 ini mengceritakan perjalanan karirnya hingga menduduki jabatan Pinwil BRI Bandar Lampung. “Pada tahun 1990 saya mulai bekerja di BRI, waktu itu di Kantor Cabang Metro,” kata Presley, Jumat (05/07/2019) lalu.

Setelah melalui perjalanan yang cukup panjang maka pada tahun 2018 lalu ia dipercaya menahkodai BRI Bandar Lampung. Untuk sampai di posisi ini tentu tidak mudah. Banyak hal yang harus dilalui, baik dari sisi prestasi hingga suka duka dalam meniti karir.

Menurut Presley, ada satu hal yang selalu ia tanamkan kepada dirinya dalam memimpin banyak orang. Yaitu, selalu memposisikan diri sebagai anak buah.

Sejak awal, khususnya menjadi Pinwil BRI Bandar Lampung ia berusaha merangkul semua jajaran di bawahnya untuk bersama-sama membesarkan atau mengembangkan BRI supaya lebih maju lagi.

Bagi pria 5 anak ini, karyawan atau bawahan dianggap sebagai teman, dengan tetap menjaga dan memahami satu sama lain, baik sebagai atasan ataupun sebagai bawahan.

Pria yang pernah menjabat Pinwil BRI Papua ini memberikan alasan kenapa ia dalam memimpin selalu memposisikan diri sebagai anak buah. Hal itu ia lakukan agar bisa memahami apa yang dirasakan oleh jajaran di bawahnya.

“Sebagai pimpinan saya selalu memposisikan diri saya sebagai anak buah. Dengan begitu minimal saya bisa memahami keadaan dan perasaan mereka,” kata dia alumni Pascasarjana Unila ini.

Selain itu, ia juga senantiasa memotivasi atau menyemangati anak buahnya agar bisa bekerja dengan baik, semangat, jujur dan tidak mudah menyerah.

Sebab, bagi mantan Kacab BRI Pringsewu ini, keberhasilan atau kesuksesan tidak untuk orang lain, tapi untuk diri sendiri dan keluarga.

“Saya selalu tegaskan kepada karyawan bahwa kita bekerja untuk diri kita sendiri dan keluarga. Artinya, keberhasilan atau kesuksesan adalah untuk kita sendiri dan keluarga. Jadi itu selalu saya tanamkan kepada karyawan,” tegasnya pria yang terdaftar sebagai mahasiswa S3 Marketing Unila ini.

Ia berharap dengan menjadikan bawahan sebagai teman, dan memposisikan diri sebagai anak buah, maka mereka (karyawan) juga bisa memahami dan merasakan apa yang ia (pemimpin) rasakan.

“Tapi tentu saja pada saat mereka bermasalah maka saya harus tegas. Saya bisa memahami mereka, maka mereka juga harus bisa memahami saya. Sejak awal saya datang ke sini itu udah saya tanamkan kepada mereka karena mereka saya anggap sebagai teman,” jelas pria berdarah Medan ini.

Program Menuju Korporatisasi Pertanian

Seorang pemimpin harus bisa melihat potensi yang ada di wilayahnya untuk dijadikan sebuah peluang dalam memajukan perusahaan.

Itulah yang dilakukan Presley Hutabarat. Selain menjadi pemimpin yang selalu memposisikan diri sebagai anak buah, juga melakukan pengamatan langsung terhadap potensi apa yang ada di wilayahnya.

Setelah ia dipercaya menjadi Pinwil BRI Bandar Lampung, Presley Hutabarat melakukan pengamatan bahwa di Lampung sangat cocok untuk pengembangan program kewirausahaan pertanian yang nantinya menuju koratisasi pertanian.

Dikatakan, di Lampung dan Bengkulu sudah dipilih sekitar 25 item produk bidang pertanian. Mulai ubi kayu, ternak sapi, coklat, pisang, peternakan udang, peternakan sapi di Bandar Jaya dan lain sebagainya.

“Program ini sudah mulai berjalan sejak tahun 2018 atau tak lama setelah saya menjabat Pinwil. Awalnya saya melihat bahwa Lampung banyak sektor pertanian makanya tahun lalu kita gulirkan program ini,” kata mantan Kepala Wilayah BRI Medan ini.

Ia menyebutkan, program ini sengaja dikembangkan karena selama ini Presley melihat petani selalu menjual hasil pertaniannya ke perantara. “Nah dengan adanya program ini petani bisa langsung menjual ke industri sehingga memutus mata rantai penjualan dan petani bisa lebih untung,” terangnya.

Dengan adanya program ini, imbuh dia, maka diharapkan ekonomi masyarakat semakin maju dan produk BRI semakin berkembang. “Dengan berkembangnya usaha dan prekeonomian masyarakat maka produk BRI dan KUR juga jalan sehingga harapannya uang beredar di masyarakat bawah bisa lebih tinggi lagi. Itu baru KUR mikro, kita juga ada KUR ritel yang sampai Rp500 juta,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, adanya program ini diharapkan bahwa pelaku pertanian mulai melakukan transaksi perbankan, sudah terbiasa menggunakan IT handphone dan tidak bayar tunai.

“Kalau biasanya perbankan selalu berkutat di kredit, tapi kalau sekarang apa kebutuhan masyarakat, transaksi seperti apa. Nah ini salah satu edukasi kita kepada masyarakat,” tegasnya.

Menurut alumni Unpad ini, sekarang harus sudah mengarah ke spesialisasi dengan menciptakan petani menjadi pembisnis. “Petani yang bertanam dia menjual. Harapannya korporatisasi bisnis menjadi wadahnya. Artinya nanti petani tidak lagi menjual padi tapi sudah menjual beras dan langsung ke kepasar,” terang Alumni S2 Marketing Unila ini.

Khusus untuk di Bengkulu, pihaknya sedang menerapkan kewirausahaan ikan mas dan nila. “Sudah ada anggotanya sekitar 200 orang satu kelompok menjadi pengusaha. Di sana 20 ton per hari ikan terjual. Artinya kita kembangkan itu karena disana kebutuhan ikannya sehari sampai 20 ton bahkan 30 ton/hari,” tambah Presley.

Meluangkan Waktu Untuk Keluarga

Kesibukan sebagai seorang pemimpin, apalagi Pemimpin Wilayah sebuah bank pemerintah yaitu BRI Bandar Lampung tentunya sangatlah padat.

Namun begitu, Presley Hutabarat selalu meluangkan waktu untuk bersama keluarga, khususnya pada hari Minggu. “Sesibuk apapun dalam bekerja, saya selalu meluangkan untuk memberikan perhatian khusus terhadap keluarga,” kata pria yang sudah terdaftar sebagai mahasiswa S3 Marketing Unila ini.

Menurutnya, hari Minggu merupakan hari spesial untuk kumpul bersama keluarga, tapi terkadang ditengah kesibukan sehingga tidak bisa bersama.  “Tapi yang pasti setiap setahun sekali saya selalu mengajak keluarga untuk kumpul di satu tempat,” ungkap Presley. (Shl)

 

  • Editor : Mita Wijayanti