Beranda Daerah Lampung Metro

Gapensi : Pemenang Tender Proyek di Pemkot Metro Hasil ‘Kocok Bekem’

1571
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Gapeksindo Kota Metro saat konfrensi pers di Warkop WAW Cabang Metro, Rabu (10/7/2019).Foto : Djohan/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Metro – Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Kota Metro mensinyalir ada aksi Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) dalam lelang proyek di Pemkot Metro. Salah satunya adalah tindakan ULP Kota Metro yang menggugurkan peserta lelang proyek dengan alasan yang dinilai mengada ada.

Bahkan ada satu kasus, yakni tidak dibeberkannya kekurangan peserta lelang sebuah proyek hingga membuat prosesnya ditunda. Lelang proyek diduga hanya formalitas.

Ketua Gapensi Kota Metro, Erman Sanusi mengatakan, ada dugaan permainan dalam pemenang tender proyek di Kota Metro. Seperti ada upaya upaya pengkondisian terhadap paket-paket pekerjaan yang dilelang.

“Indikatornya bisa dilihat contoh, gedung serba guna yang sudah dibangun. Itu pemenangnya adalah yang hanya turun satu persen dari pagu. Yang jauh dari pagu, malah digugurkan, dan ULP tidak membuka salahnya dimana,” kata Erman, saat konferensi pers di Warkop WAW Cabang Metro, Rabu (10/7/2019).

“Penawaran kita lebih murah tapi kok yang dimenangkan yang penawarannya lebih mahal dari kita. Padahal asas diadakannya lelang adalah agar lebih menguntungkan pemerintah. Kami sudah berani menawarkan hingga 30 persen dari pagu, dan menjamin pekerjaan, tapi masih digugurkan,” ujarnya.

Ia mengatakan lelang proyek di Metro ini terindikasi ‘kocok bekem’ atau pemenangnya sudah diatur. “Sehingga apa pun keunggulan yang kita punya tetap akan digugurkan dengan alasan yang tidak dijelaskan. Ini yang membuat kami kecewa sebagai rekanan,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan Nizar Alfian, kontraktor CV Gunung Mulya. Ia mengaku digugurkan karena alasan tidak ada melampirkan SKT. “Padahal lengkap sudah kita lampirkan semua. Ini bagaimana ya, apa yang salah?. Sepertinya sudah dipagar pagari agar yang menang mengerucut ke pengantin yang dimaksud,” jelas Nizar.

Sementara, Affandi Atma Negara, kontraktor yang juga Ketua KNPI Kota Metro mengakui adanya praktik kocok bekem yang mencolok di Kota Metro ini. Hal itu sangat disayangkan karena merujuk pada pengerjaan proyek yang ada, kualitasnya masih memprihatinkan.

“Lelang itu kan terbuka, dan mereka menggugurkan tanpa ada evaluasi dan klarifikasi. Menggugurkan hanya sebelah pihak. Buat apa ada lelang tapi persyaratannya sudah dikondisikan. Ada apa dengan Metro dalam hal ini pemerintahnya,” tegasnya.

Mereka pun meminta agar ULP Metro jangan menutup nutupi pelaksanaan tender proyek di era keterbukaan seperti saat ini. Sementara itu, petugas ULP Metro, Rahman belum bisa dihubungi untuk dimintai tanggapannya. Beberapa kali dihubungi nomor ponselnya dalam keadaan tidak aktif. (Djohan)

 

Facebook Comments