Beranda Daerah Lampung Way Kanan

Pemilihan Kepala Kampung di Way Kanan Pakai E-voting, Pemkab Butuh Dana 15 Miliar

468
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Rapat koordinasi pembahasan E-voting pemilihan Kepala Kampung Kabupaten Way Kanan. Foto : Sandi/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Way Kanan – Dunia teknologi saat ini mengalami perkembangan yang sangat cepat di segala bidang yang bertujuan untuk mempermudah aktivitas manusia. Tidak luput juga perkembangan teknologi dalam sistem pemungutan suara secara elektronik atau E-voting.

Kabupaten Way Kanan, menjadi salah satu daerah di Indonesia yang berencana  menerapkan pemungutan suara secara elektronik atau E-voting. Diketahui, sistem ini sudah sukses dilakukan di beberapa provinsi di luar Lampung, terutama di Pulau Jawa.

Sekda Kabupaten Way Kanan, Saipul memimpin rapat koordinasi pembahasan E-voting pemilihan Kepala Kampung dalam di Way Kanan di ruang rapat utama Sekda, Rabu (10/7/2019).

Dalam arahannya Sekda Saipul meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (PMK) setempat untuk menyampaikan tata cara pelaksanaan maupun regulasi yang mengatur pelaksanaan E-voting pemilihan Kepala Kampung.

“E-voting ini sudah dilaksanakan di beberapa Kabupaten di Pulau Jawa dan Bali. Way Kanan juga berencana melakukan sistem ini,” kata dia.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas PMK Way Kanan, Ixuan Akhmadi, menerangkan beberapa keuntungan dari penarapan E-voting, yakni lebih efektif dan efisien. Namun untuk menerapkannya, dibutuhkan biaya yang cukup besar.

“Untuk wilayah Kabupaten Way Kanan kita membutuhkan dana yang cukup besar yakni kisaran Rp10-15 miliar,” kata Ixuan menjelaskan.

“Selain dana yang cukup besar langkah yang tak kalah pentingnya dalam menerapkan E-voting pada pemilihan Kakam yakni perubahan pada peraturan Daerah maupu peraturan Bupati terkait dengan pemilihan Kepala Kampung,” terangnya.

Diketahui, Sebanyak 85 Kampung di Way Kanan akan melaksanakan Pemilihan Kepala Kampung serentak pada awal Januari 2020. Namun untuk tanggal pemilihannya belum diketahui.

“Pada tahun 2016 dan 2018 kita sudah melaksanakan Pilkam serentak dan tahun 2020 ini adalah sisa dari tahun tersebut yang memang belum melaksanakan Pilkam,” jelasnya. (Sandi)

 

Facebook Comments