Beranda Daerah Lampung Mesuji

Praktik Pengecoran BBM di SPBU Mesuji, Solar Subsidi Diduga Mengalir ke Proyek Tol

370
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Pom Bensin yang terletak di Desa Simpang Pematang, Kecamatan Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung mengisi minyak berjenis solar kepada mobil sedan berplat nomor BG 1516 ZG yang diduga bertangki setan (rakitan) pada Senin, (8/7/2019) Pagi. Foto: Gusti/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Mesuji – Praktik pengecoran solar subsidi pada SPBU di Kabupaten Mesuji, diduga sebagian untuk memasok kebutuhan BBM pada proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Untuk diketahui, wilayah Kabupaten Mesuji pembangunan ruas jalan tol Lampung menuju Palembang, saat ini tengah berjalan dan melibatkan banyak alat berat.

Informasi yang masuk ke meja redaksi Kupas Tuntas, solar subsidi dari SPBU Simpang Pematang selain dijual ke pabrik dan industri, sebagian lainnya mengalir ke proyek JTTS, hingga ke wilayah Sumatera Selatan (Sumsel). Hal itu dilihat dari plat nomor kendaraan saat melakukan pengecoran solar di SPBU yang bernomor polisi BG (Sumatera Selatan).

“Jika melihat dari plat nomor kendaraannya memang BG, jadi kemungkinan besar kendaraan itu berasal dari Sumsel. Tidak tertutup kemungkinan pula jika solar subsidi yang dibeli dari SPBU untuk memasok industri atau pabrik di Sumsel. Sehingga tidak terlalu kelihatan kalau di sana,” kata sumber yang enggan ditulis namanya ini, Selasa (09/07/2019).

Sebelumnya, wartawan Kupas Tuntas pernah memergoki mobil Grandmax yang sedang membongkar solar di jalan tol Pematang, Kabupaten Mesuji, pekan lalu. Saat itu, mobil ditutup menggunakan terpal agar tidak menarik perhatian masyarakat.

Saat akan didekati, pemilik kendaraan melakukan penghadangan. “Ada apa Mas ke sini, di sini tidak ada apa-apa. Hanya ada mobil yang sedang mogok saja,” kata pemilik mobil tersebut.

Satu orang lainnya pun meminta agar segera meninggalkan tempat itu. “Kalau mau lewat tidak usah berhenti-berhenti, Mas. Langsung saja. Daripada nanti ada apa-apa di jalan,” kata orang berbadan besar itu.

Pom Bensin yang terletak di Desa Simpang Pematang, Kecamatan Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung mengisi minyak berjenis solar kepada mobil sedan berplat nomor BG 1516 ZG yang diduga bertangki setan (rakitan) pada Senin, (8/7/2019). Foto: Gusti/Kupastuntas.co

Informasi serupa, diterima wartawan dari warga setempat. Warga kerap melihat kendaraan menepi di jalan tol untuk memindahkan solar ke kendaraan lainnya. Apalagi sejak adanya proyek jalan tol, kendaraan yang membawa solar dan berhenti di sekitar areal jalan tol semakin sering.

“Kami tidak tahu apakah memang solar itu diturunkan untuk digunakan di proyek jalan tol atau bukan. Tapi pemandangan seperti itu sudah sering terjadi. Biasanya ditutupi pakai terpal, kurang tahu maksudnya apa,” kata warga Simpang Pematang ini.

Menurutnya, sejak pembangunan jalan tol melewati wilayah Mesuji, semakin banyak kendaraan yang hilir mudik masuk tempat lokasi pembangunan jalan tol. Hingga berita ini dilansir, pihak kontraktor pembangunan JTTS di wilayah Mesuji belum bisa dihubungi.

Jika melihat dari selisih harga solar subsidi dan nonsubsidi yang demikian tinggi, sangat beralasan jika pengecor solar menjual ke pihak industry maupun pabrik. Saat ini harga solar subsidi hanya Rp5.150 per liter, sementara harga solar industri atau nonsubsidi sudah tembus Rp12.400 per liter. Sehingga terjadi selisih harga sebesar Rp7.250 per liter.

Sementara itu, Darno selaku pengawas SPBU di Simpang Pematang menyatakan pihaknya memberlakukan pembatasan pembelian BBM bersubsidi bagi masyarakat. Dimana, pembelian BBM tersebut hanya dibatasi satu kali.

“Untuk mobil yang diisi solar dari kami ada pembatasan pembeliannya Pak. Yaitu paling banyak Rp200 ribu. Kalau mobil terlihat tidak standar, hanya boleh sekali ngisi,” ujar Darno, Senin (08/07/2019) malam.

Sementara untuk pembelian solar maupun premium menggunakan jeriken, pihaknya hanya melayani pembelian maksimal sebanyak 20 liter. “Dan untuk jeriken, kami hanya melayani pembelian sebatas 20 liter, tidak penuh jeriken itu,” sebut dia.

Diberitakan sebelumnya, praktik pengecoran solar subsidi ditemukan wartawan Kupas Tuntas pada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Desa Simpang Pematang, Mesuji, Senin (08/07/2019). Saat itu, mobil sedan bernomor polisi BG 1516 ZG sedang membeli solar subsidi dengan dimasukan ke dalam tangki yang sudah dimodifikasi yang diletakan pada kursi penumpang bagian belakang.

Ada pemandangan yang unik saat menyaksikan mobil sedan tersebut melakukan pengisian solar. Selang pengisian solar tidak dimasukan ke dalam tangki BBM kendaraan pada umumnya, namun dimasukan pada bagian atas pintu kendaraan bagian belakang. Pemilik kendaraan sengaja memodifikasi tangki (orang setempat biasa menyebut tangki setan) lebih luas, agar bisa memuat solar jauh lebih banyak.

Melihat kondisi yang tidak wajar tersebut, wartawan Kupas Tuntas lalu memfoto kendaraan dan menghubungi petugas SBPU setempat untuk menanyakan kejanggalan yang terjadi. Namun, hal itu langsung direspon oleh dua orang pria berinisial H dan U yang mengaku sebagai pekerja di SPBU dengan sikap tidak terima.

Keduanya meminta wartawan Kupas Tuntas untuk menghapus semua foto yang telah diambil. “Hapus foto-foto itu. Kita jangan segangguan. Kalau lelaki, ayo kita di pekat sana,” kata pria berinisial H. (Gusti/PR)

Artikel ini telah terbit di Surat Kabar Harian Kupas Tuntas Edisi Rabu, 10 Juli 2019 dengan judul “Praktik Pengecoran BBM di SPBU Mesuji Solar Subsidi Diduga Mengalir ke Proyek Tol”

Facebook Comments