Beranda Bandar Lampung

Festival Krakatau Tetap Digelar, Tapi Kunjungan ke Gunung Anak Krakatau Kemungkinan Dihapus

77
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Kondisi Gunung Anak Krakatau kini sudah berubah total dengan kawah besar di bagian tengah. Hutan cagar alamnya juga musnah akibat erupsi. Foto : Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Pemprov Lampung memastikan agenda tahunan Lampung Krakatau Festival (LKF) akan tetap digelar tahun ini. Namun demi keselamatan, Dinas Pariwisata Provinsi Lampung akan menghapus kegiatan paling menarik dari event ini, yaitu mengunjungi Gunung Anak Krakatau (GAK).

Hal ini dikarenakan kondisi GAK hingga kini belum stabil. Beberapa hari terakhir masih terjadi erupsi dan gempa hembusan. Belum lagi kondisi GAK yang kini sudah jauh berubah dibanding sebelum terjadi erupsi yang mengakibatkan tsunami pada Desember 2018 lalu. Selain itu hutan yang selama ini jadi cagar alam di GAK sudah lenyap akibat letusan lava.

“Kita lihat perkembangannya. Kalau memang membahayakan keselamatan, pasti kita batalkan (ke Gunung Anak Krakatau),” kata Sekretaris Dinas Pariwisata Provinsi Lampung, Hanita Farial, kepada kupastuntas.co, Kamis, (11/7/2019).

Hanita mengatakan, pihaknya akan berkonsultasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Lampung dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk memastikan kondisi GAK. Sebab Dinas Pariwisata selaku tuan rumah Festival Krakatau tak mau mengambil risiko jika pada waktunya nanti ada larangan untuk mendekat ke GAK.

“Kita nanti akan konsultasi dulu, apakah memang aman kita untuk mengelilingi Gunung Anak Krakatau dengan perahu. Jadi lihat perkembangannya,” jelas dia.

Dia berharap, gunung tersebut tak mengalami erupsi saat kegiatan LKF 2019 berlangsung. Sehingga masyarakat dapat mendekat ke gunung dengan aman. Mengenai konsep kegiatan, ia mengatakan secara prinsip tidak ada yang berbeda dari tahun sebelumnya.

Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 23 – 25 Agustus 2019. Namun sebelum memasuki puncak acara, terdapat beberapa rangkaian kegiatan yang mana salah satunya adalah bersih pantai, menanam mangrove dan terumbu karang di pantai Pulau Sebesi pada 14 Juli mendatang. (Erik)

Facebook Comments