Beranda Daerah Lampung Lampung Utara

Pemerintah Desa Simpang Abung Perbaiki Rumah Nenek Ginem

46
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Kepala Desa Simpang Abung, Kecamatan Abung Barat, Lampung Utara, Tarmizi disela-sela kegiatan gotong royong merehab rumah nenek Ginem (70) yang mengalami kekurangan pendengaran dan penglihatan (buta dan tuli), Jumat (12/7/2019). Foto: Sarnubi/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Utara – Pemerintah Desa Simpang Abung bersama masyarakat Dusun II Tanjung Aman, Kecamatan Abung Barat, Kabupaten Lampung Utara hari ini bergotong royong membongkar dan mendirikan rumah baru untuk nenek Ginem (70) yang hidup sebatang kara dengan keterbatasan kurang pendengaran dan penglihatan.

Kepala Desa Simpang Abung, Kecamatan Abung Barat, Lampung Utara, Tarmizi menuturkan sesuai dengan rencana pemerintah Desa Simpang Abung yang dia pimpin bersama masyarakat hari ini merealisasikan perbaikan kediaman nenek Ginem.

“Sesuai rencana kita waktu itu, maka hari ini kita melakukan rehab rumah ibu Gibem ini. Bisa dilihat sendiri semua ini peran serta masyarakat, bantuan-bantuan masyarakat di sini bukan hanya mengurus ibu Ginem, tapi juga memang selalu ada bersama ibu Ginem ini,” kata Tarmizi, Jumat (12/7/2019).

Semangat kebersamaan masyarakat Simpang Abung, lanjutnya bukan hanya tertumpu dengan satu persolan, bahkan dengan berbagai kegiatan sosial lainnya selalu bersama-sama untuk kebersamaan.

Diungkapkannya, Desa Simpang Abung terbagi dalam 6 Dusun dengan jumlah kepala keluarga 345 untuk jumlah jiwa lebih dari 1200 jiwa. Desa Simpang Abung berbatasan dengan Desa Kamplas, Kistang, Ogan Lima, Bumi Mandiri, dan Desa Hujan Mas.

Dilanjutkan, Tarmizi untuk kegiatan gotong royong yang tengah dilakukan jajaran Pemerintah Desa Simpang Abung bersama masyarakat untuk melakukan perbaikan rumah milik nenek Ginem dilaksanakan hari ini.

“Semua kita ganti, untuk atapnya pakai genteng, temboknya papan. Karena kondisi ibu Ginem ini sudah usia lanjut maka tempat tinggalnya kita buatkan ukuran 3×4 meter,” ujarnya.

Untuk mengurus nenek Ginem, lanjut salah seorang warta yang ikut dalam gotorong royong pembuatan rumah nenek Ginem, masyarakat setempat dengan kesadaran memberikan berbagai bantuan karena rasa kemanusiaan terlebih lagi kondisi nenek Ginem memang hanya hidup sebatangkara semenjak suaminya meninggal dunia.

“Semua ini bukan hanya beban pak lurah, tapi memang tanggungjawab kami juga sebagai masyarakat,” lanjut Suhari, warga setempat. (Sarnubi)

Facebook Comments