Beranda Daerah Lampung Pringsewu

Tak Punya Biaya Berobat, Keluarga Bawa Pulang ‘Bayi Tanpa Perut’ dari RSUD Abdul Moeloek

411
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Bayi malang yang terlahir tanpa dinding perut itu diberi nama Tegar. Foto : ist

Kupastuntas.co, Pringsewu – Seorang bayi dengan kelainan terlahir di Pekon Siliwangi, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Prigsewu, Jumat (12/72019). Bayi yang diberi nama Tegar itu terlahir tanpa dinding perut. Kondisi sangat memprihatinkan karena semua organ tubuhnya di bagian perut tampak jelas terurai.

Bayi yang merupakan pasangan suami istri dari Jana dan Elisa itu sempat dilarikan ke RS Mitra Husada Pringsewu. Tapi ternyata tim medis di RS Mitra Husada ‘angkat tangan’ dan merujuk ke RSUD Abdul Moeloek, Bandar Lampung.

Namun setibanya di RSUD Abdul Moeloek, ternyata pihak keluarga terpaksa membawa pulang si bayi itu ke rumah mereka. Alasannya, karena tidak sanggup membayar biaya di RSUDAM.

Kakek si bayi, Sukmana mengatakan, pihak keluarga berkoordinasi dengan pengelola RSUDAM. Ternyata biaya yang dibutuhkan untuk pengobatan si bayi cukup tinggi, antara Rp15-20 juta.

“Dari hasil obrolan itu kata dokternya biaya bisa sampai Rp20juta, kita dengan kondisi seperti ini kan nggak mampu, jadinya berdasarkan permintaan keluarga ya bawa pulang lagi bayi itu ke rumah,” kata dia di kediamannya di Pekon Siliwangi, Kecamatan Sukoharjo, Sabtu (13/7/2019) malam.

“Soalnya, dari pada dedek bayinya dirawat, terus kita cari uang sana sini tapi nggak dapat, kan lebih repot lagi urusannya. Makanya kami meminta supaya pulang dulu, karena kalau di rumah mungkin bisa mikir secara jernih untuk mencarikan solusinya,” jelas Sukmana.

Karena sudah jadi keputusan keluarga, pihak RSUDAM pun mengabulkannya. Namun dokter di RS tersebut sempat menanyakan bagaimana jika dibawa pulang ternyata si bayi tidak kuat dan meninggal?. Menjawab hal itu, pihak keluarga si bayi Tegar hanya bisa pasrah.

“Ya kita hanya bisa pasrah. Sembari kita berharap kalau-kalau ada keajaiban dari Yang Maha Kuasa, si dedek bayi tetap kuat,” katanya.

Setelah pulang ke rumah, pihak keluarga melaporkan hal tersebut ke Lurah setempat. Dan tanpa diduga-duga, keesokan harinya, Sabtu (13/7/2019), sejumlah mobil dari RSUDAM datang ke rumah mereka untuk membawa si bayi dirawat di RSUDAM.

Sukmana mengatakan, kedatangan pihak RS itu bukan atas permintaan keluarga. Sejumlah tim medis dan perwakilan Pemda setempat tiba-tiba saja datang menjemput si bayi sekitar pukul 16.00 WIB. Pihak RS lalu menanyakan apakah keluarga itu bersedia si bayi dirawat lagi di RSUD Abdul Moeloek.

“Pas ditanya bersedia, kita jawab ya sudah dibawa saja. Yang jelas kita nggak ada minta. Mungkin yang bantu ya dokter-dokternya itu, mungkin kasihan lihat dedek bayinya. Jadi sekarang sudah dirawat lagi di Abdul Moeloek,” tutupnya. (Haykal)

 

Facebook Comments