• Sabtu, 14 Desember 2019

Angka Penduduk Miskin di Lampung Mencapai 1,06 Juta Orang, PR Besar untuk Pemda

Senin, 15 Juli 2019 - 13.39 WIB - 1

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Jumlah penduduk miskin di Lampung pada bulan Maret 2019 masih terbilang tinggi yaitu mencapai 1,06 juta orang. Jumlah itu merupakan 12,62 persen dari total penduduk Lampung.

Meski angka kemiskinan itu berkurang sebesar 27,9 ribu orang dibandingkan dengan kondisi September 2018 yang sebesar 1,09 juta orang (13,01 persen), namun ini tetap menjadi PR bagi pemda se-Lampung untuk mengentaskan kemiskinan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada September 2018 sebesar 9,06 persen turun menjadi 8,92 persen pada Maret 2019. Sementara persentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada September 2018 sebesar 14,73 persen turun menjadi 14,27 persen pada Maret 2019.

Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Provinsi Lampung, Mas'ud Rifai, mengatakan, selama periode September 2018 - Maret 2019, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan naik sebanyak 1,66 ribu orang. Dari 230,20 ribu orang pada September 2018 menjadi 231,86 ribu orang pada Maret 2019.

“Sementara di daerah perdesaan turun sebanyak 29,6 ribu orang. Dari 861,40 ribu orang pada September 2018 menjadi 831,80 ribu orang pada Maret 2019,” kata Mas'ud dalam pres rilis di Kantor BPS Lampung, Senin (15/7/2019).

Ia menjelaskan, penduduk miskin yaitu warga dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan. Adapun, peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan, seperti perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan.

Sumbangan Garis Kemiskinan Makanan terhadap Garis Kemiskinan pada Maret 2019 tercatat sebesar 74,97 persen. Kondisi ini sedikit meningkat dibandingkan dengan kondisi September 2018 yaitu sebesar 74,88 persen.

“Jenis komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai garis kemiskinan di perkotaan maupun di perdesaan adalah beras, rokok kretek filter, telur ayam ras, tempe, mie instan, dan gula pasir. Sedangkan komoditi non makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai Garis kemiskinan di perkotaan maupun perdesaan adalah perumahan, bensin, listrik, pendidikan, dan perlengkapan mandi,” jelasnya. (Tampan)

  • Editor :