Beranda Hukum & Kriminal

Cegah Peredaran Narkoba, Lapas Kotabumi Pasang 28 CCTV Hingga Razia Tiap Minggu

48
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Kalapas Anak Kelas II A Kotabumi, Tetra Destorie didampingi KPLP Lapas, Yudha. Foto : Sarnubi/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Utara – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Anak Kelas II A Kotabumi Kabupaten Lampung Utara berkomitmen untuk mencegah dan memberantas peredaran narkoba di dalam Lapas. Hal ini mengingat maraknya kasus peredaran dan pengendalian narkoba dari dalam Lapas.

Kalapas Anak Kelas II A Kotabumi, Tetra Destorie didampingi Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), Yudha mengatakan, pihaknya telah membuktikan komitmen pemberantasan peredaran narkoba di dalam Lapas.

“Belum lama ini kami berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba jenis sabu ke dalam Lapas,” kata Tetra Destorie, Senin (15/7/2019).

Menurutnya, peredaran narkoba merupakan musuh bersama. Untuk itu pihaknya menerapkan pemeriksaan ketat setiap barang yang masuk ke dalam Lapas. Baik itu melalui perantara kunjungan keluarga, maupun titipan melalui oknum.

“Penggeledahan dilakukan 24 jam yang dilakukan secara rutin oleh Regu Pengamanan (Rupam), dimulai dari pengunjung yang ingin masuk dilakukan penggeledahan oleh petugas dan ini merupakan prosedur tetap,” ujarnya.

Menurut dia, pihaknya juga melakukan razia setiap minggu, kontrol keliling yang dilakukan oleh komandan regu jaga beserta staf Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP).

“Giat ini terus kita lakukan. Ini adalah salah satu bentuk dari penekanan pengedaran narkoba di dalam Lapas dimana seluruh pegawai dan warga binaan terus di lakukan pemeriksaan secara rutin,” jelasnya.

Disamping itu juga, pihaknya terus melakukan berkoordinasi dengan pihak Polres Lampung Utara dan Kodim 0142 untuk membantu pengamanan Lapas, mengingat warga binaan di Lapas ini sudah berjumlah 435 orang.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihak Lapas telah memasang 28 CCTV yang ditempatkan di beberapa titik strategis. Selain narkoba, sasaran lain adalah alat komunikasi dan benda tajam yang membahayakan.

“Kedepannya dimungkinkan akan diperlukan alat keamanan elektronik lainnya, seperti penambahan metal detector, dan mesin pemerikasaan barang bawaan pengunjung (X-ray),” ungkapnya. (Sarnubi)

 

Facebook Comments