Beranda Bung Kupas

Aset Alay Pindah Tangan?

66
Ilustrasi aset korupsi

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung berhasil melacak sejumlah aset baru milik Sugiarto Wiharjo alias Alay, yang berada di Kota Bandar Lampung maupun luar Provinsi Lampung. Aset yang sebagian besar berupa tanah itu, ternyata sudah pindah tangan. Akibatnya, tim Kejati harus meneliti lebih cermat secara yuridis, status aset tersebut agar tidak salah dalam melakukan penyitaan.

Sudah menjadi modus operandi, setiap koruptor berupaya menyembunyikan seluruh aset yang diperoleh secara melanggar hukum agar tidak bisa dilacak aparat penegak hukum. Kondisi tersebut tentu memaksa aparat penegak hukum bekerja lebih ekstra, agar bisa mengungkap status aset itu.

Kembali ke aset Alay, sebelum terjerat hukum, Bos PT Tripanca Group ini diduga membeli banyak aset tanah yang tersebar di sejumlah daerah di Lampung, bahkan ke luar Lampung. Saat Alay tersandung kasus hukum, sejumlah aset itu lalu dialihkan atas nama pihak lain agar tidak dilakukan penyitaan oleh pihak kejaksaan. Ironisnya, beberapa pihak yang dipercaya memegang aset tersebut, justru kemudian mengklaim jika itu aset pribadinya.

Kondisi inilah yang kemudian sedikit menyulitkan tim Kejati Lampung untuk melakukan penyitaan. Mereka harus mengecek lebih dalam sejarah kepemilikan aset itu, sehingga bisa memastikan jika itu memang benar-benar aset itu milik Alay. Tidak lupa, Kejaksaan juga mengimbau para pemegang aset Alay untuk tidak melakukan pembohongan. Karena jika itu terjadi, maka mereka bisa dikenai sanksi pidana mengambil aset orang lain tanpa hak.

Mengingat begitu banyaknya aset yang dimiliki Alay, kejaksaan juga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mendatanya. Bahkan, ada dugaan jika sebagian aset Alay juga berada di tempat di mana saat itu Alay ditangkap dalam pelariannya. Kejaksaan tentu sudah memetakan lokasi-lokasi di mana saja aset Alay berada.

Yang pasti penyitaan aset Alay sangat dibutuhkan, untuk mengganti kerugian negara yang sudah ditimbulkan sebesar Rp106 miliar. Apalagi, hingga kini Alay baru membayar Rp1 miliar untuk mengganti kerugian negara. Sehingga, masih ada sekitar Rp105 miliar lagi uang negara yang harus dikembalikan.

Apapun yang dilakukan Kejati Lampung saat ini, publik berharap semua aset Alay yang didapat dari uang korupsi harus bisa diambil kembali. Hukuman badan mungkin sudah bisa dijalani Alay, namun hukuman berupa pengembalian uang negara juga tidak bisa dikesampingkan. Justru hukuman terakhir ini yang lebih prioritas, karena menyangkut uang milik rakyat. (**)

Artikel ini telah terbit di Surat Kabar Harian Kupas Tuntas Edisi Selasa, 16 Juli 2019 berjudul “Aset Alay Pindah Tangan?”.

Facebook Comments