Beranda Bandar Lampung

Ditargetkan Rampung Pertengahan Juli, Perbaikan PLTU Tarahan Unit 4 Molor

26
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Ilustrasi PLTU

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Janji PLTU Tarahan yang menargetkan perbaikan pembangkit unit 4 akan selesai pertengahan Juli ini, ternyata molor. Hingga 15 Juli kemarin, proses perbaikan masih memasuki finishing.

Manager PLTU Tarahan Otniel Marrung mengatakan, proses perbaikan atau pemeliharaan periodik masih memasuki tahap finishing. “Progress sedang finishing. Minggu ini mudah-mudahan sudah bisa rampung,” jelas Otneil melalui WhatsApp, Senin (15/07/2019).

Saat akan ditanya lebih lanjut terkait proses perbaikan yang sedang berlangsung, Otneil mengaku sedang mengikuti rapat di Palembang. “Saya masih ada rapat di Palembang,” ujarnya.

Sebelumnya, Otniel mengatakan PLTU Tarahan sedang melaksanakan pemeliharaan periodik Major Overhaul. Pekerjaan Major Overhaul ini telah dilaksanakan sejak bulan Maret tahun 2019, dan ditargetkan selesai di pertengahan (tanggal 15) Juli 2019.

“Memang dalam proses untuk peningkatan performance pembangkit tersebut membutuhkan waktu yang tidak sebentar, karena harus disertai dengan kajian serta perencanaan yang matang,” kata Otniel.

Ia menerangkan, PLTU Tarahan unit 3 telah beroperasi dengan beban maksimum dengan tingkat keandalan 91,5%, sedangkan PLTU Tarahan Unit 4 sedang melaksanakan pemeliharaan periodik Major Overhaul.

Sementara Plt Manager Komunikasi PLN UID Lampung, Junarwin saat dihubungi menolak mengomentari terkait kerusakan PLTU Tarahan baik dari mesin hingga anggarannya. Sebab menurut dia, penanganan mesin pembangkit langsung wewenang PLTU Tarahan.

“Kalau soal pelayanan distribusi listrik aku oke, tapi kalau soal mesin pembangkit atau anggarannya aku no komen, takut salah jawab,” ujar Junarwin, kemarin.

Dia menyarankan segala yang berkaitan dengan pembangkit dapat ditanyakan langsung kepada kantor PLTU Tarahan. “Ke Manager PLTU Tarah saja karena saya kurang seberapa kenal,” ujar Junarwin.

Di tempat terpisah, seorang pengusaha yang mengaku menjadi mitra instalatir PT PLN Lampung mengatakan, perbaikan PLTU Tarahan biasanya dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang sudah ditunjuk dan ditetapkan menjadi mitra PT PLN Lampung.

“Umumnya proses perbaikan itu dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang sudah menjadi mitra PT PLN. Karena biasanya kalau perusahaan BUMN itu sudah menetapkan sejumlah perusahaan lain yang menjadi mitranya untuk melakukan pengadaan barang dan jasa termasuk melakukan perbaikan,” ungkapnya, kemarin.

Ditanya berapa anggaran yang rata-rata dialokasikan untuk sekali perbaikan, ia mengaku tidak mengetahui secara detail. “Ya bisa diprediksi lah harga spare part pembangkit listrik mana ada yang murah. Pasti harganya jutaan. Tapi untuk anggaran perbaikan secara pasti saya kurang tahu, karena selama ini sangat tertutup,” ujarnya.

Dimintai tanggapannya, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, Watoni Noerdin mengatakan, selama ini pengelolaan anggaran perbaikan PLTU Tarahan terkesan tidak transparan. Sehingga, masyarakat tidak mengetahui berapa besar biaya perbaikan maupun pengadaan alatnya.

“Sebenarnya sudah memenuhi standar persyaratan belum? Perawatan itu juga sejauh mana dilaksanakan, itu harus terbuka dengan masyarakat. Ini kan kita nggak tahu. Maka kami meminta untuk diaudit secara total,” tegas Watoni.

“Memang perlu ada itikad baik dari pihak PT PLN, untuk diaudit terhadap beberapa  pembangkit listrik yang kemarin baru dibangun salah satunya PLTU Tarahan. Jangan sampai, kembali ditemukan mesin pembangkit yang tak memenuhi standar. Nah PLTU Tarahan ini kita ingin tahu kualitas mesinnya,” ungkapnya. (Erik)

Artikel ini telah terbit di Surat Kabar Harian Kupas Tuntas Edisi Selasa, 16 Juli 2019 berjudul “Perbaikan PLTU Tarahan Belum Rampung”.

Facebook Comments