Beranda Daerah Lampung

DPRD Lampung: Korban Inses Harus Ditampung di Rumah Aman

114
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Ilustrasi korban inses. Foto : Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Tulus Purnomo mengungkapkan maraknya kasus inses di Lampung disebabkan karena faktor kemiskinan dan kebodohan.

Menurutnya, perlu adanya intervensi dari dinas-dinas terkait seperti Dinas PPPA, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, dan Dinas Kesehatan. Karena jika hal itu tidak ditanggulangi secara ekstra, maka kasus serupa akan terus terjadi.

“Biasanya karena kebanyakan orang tua pendidikannya rendah. Anak-anaknya tidak disekolahkan. Dan juga faktor keterbelakangan mental. Jadi penyebabnya banyak dan saling berkaitan,” jelas Tulus.

Ia mengaku, pihaknya sebelumnya sudah pernah memanggil Dinas PPPA untuk penanganan kasus ini. Dalam upaya penanganan kasus inses, lanjut dia, Komisi V telah mengusulkan untuk dibuat rumah aman bagi korban.

“Sekarang sudah mulai diproses (rumah aman). Karena perempuan dalam posisi yang rawan. Nanti ada pendampingan dari psikolognya. Semacam pemulihan. Keluarganya juga diintervensi soal ekonominya. Karena sudah beberapa kasus yang muncul, jadi tidak bisa tidak dianggap serius,” imbuhnya, Senin (15/07/2019).

Dikatakannya, sejauh ini penanganan kasus inses masih ditangani kasus per kasus oleh Dinas PPPA, dengan mendatangi langsung ke rumah korban. Namun sambung dia, selama ini penanganannya memang belum maksimal.

Diberitakan sebelumnya, kasus inses belakangan marak terjadi di Provinsi Lampung. Dalam satu pekan terakhir, terjadi dua kali kasus inses, yakni di Kabupaten Lampung Utara dan Tulangbawang Barat.

Berdasarkan data yang dihimpun Kupas Tuntas, dari Januari hingga Juli 2019 sedikitnya sudah terjadi lima kasus inses (lengkap lihat tabel). Jika dihitung rata-rata, maka dalam satu bulan terjadi satu kali kasus inses.

Bahkan, dalam minggu kedua bulan Juli ini, telah terjadi dua kali kasus inses. Kasus inses pertama terjadi di Lampung Utara pada Kamis (11/7) yang melibatkan kakak beradik berinisial JN (30) dan NV (19). Bahkan, NV yang masih terbilang remaja sudah mengandung 8 bulan.

Kasus inses kedua terjadi di Tulangbawang Barat pada Sabtu (13/7) lalu, yang melibatkan IW (40 tahun) selaku ayah dan anaknya S yang masih berusia 17 tahun. (Erik)

Artikel ini telah terbit di Surat Kabar Harian Kupas Tuntas Edisi Selasa, 16 Juli 2019 berjudul “DPRD Lampung: Korban Inses Harus Ditampung di Rumah Aman”.

Facebook Comments