Beranda Advertorial

Festival Kopi Ajang Promosi dan Edukasi Wisata di Lampung Barat Berlangsung Sukses dan Meriah

56
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, dan Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus foto bersama pada perhelatan festival kopi di Lampung Barat beberapa waktu yang lau. Foto: Iwan/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Barat – Festival Kopi 2019, di Kampung Kopi Pekon (Desa) Rigisjaya, Kecamatan Airhitam, Kabupaten Lampung Barat (Lambar) berlangsung sukses dan meriah.

Event tahunan yang dibuka secara resmi oleh Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, bersama Ketua MPR RI Zulkifli Hasan tersebut digelar selama dua hari Selasa-Rabu (9-10/7/2019).

Plt. Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Lambar Agustanto Basmar, mengatakan, Festival Kopi 2019 sebagai ajang promosi dan edukasi wisata, sehingga akan tercipta peluang bagi kopi robusta Lambar. “Selain itu event ini juga mampu mendorong pengelolaan desa wisata kampung kopi yang nyaman dan menjadi penggerak ekonomi masyarakat pekon,” ungkap Agustanto Basmar.

Seluruh rangkaian, kata dia, telah berjalan dengan baik meskipun ada beberapa perubahan tempat kegiatan, seperti coacing clinik yang harus dipindah ke Balai Pekon Gunung Terang. “Saya sampaikan selamat untuk para pememang lomba uji kopi robusta, hal ini menunjukkan bahwa kopi robusta Lambar berpotensi cita rasa yang enak dan nyaman, ini harus terus didukung dengan pasca panen yang benar sehingga kedepan semakin baik mutu fisik dan mutu rasa agar mendapatkan harga pasar yang sesuai,” kata dia.

Sebelum pembukaan, kata Agustanto, Selasa (09/07/2019) sekitar pukul 08.00 Wib dilaksanakan peletakan batu pertama pembangunan sekolah kopi di ATP Korolla di Pekon Sukajaya Kecamatan Sumberjaya.

Lalu, peluncuran video publikasi “Kopi Robusta Lampung Barat”,  penandatanganan perjanjian BI dan MoU Warkop WAW dengan Pemkab Lambar, peluncuran buku NGUPI PAY, pelantikan Dekopi Lampung, live musik VOC, serta petik kopi merah sebagai penanda dibukanya festival kopi serta ajakan gerakan petik merah kopi dan melakukan peninjauan pasar kopi dan kuliner (15 stand kecamatan, 30 stand UMKM kopi, 10 stand industri kopi nasional/buyer/eksportir).

Selanjutnya, Coaching Clinic  “Membedah Wirausaha Bisnis cafe/perdagangan kopi” bersama Coffee Lab 5758 Bandung, dengan peserta 150 orang dengan melibatkan UKM kopi, BUMPekon usaha kopi, Barista Lampung Barat dan umum),  dan kegiatan Camping Barista Coffee peserta 300 orang (50 orang barista lambar, 150 orang pramuka, 100 undangan), serta  pasar kopi dan kuliner dengan eserta 90 orang (15 stand kecamatan, 30 stand UMKM kopi, 5 stand industri kopi nasional/buyer/eksportir dan  sampel kopi terbaik lomba uji citarasa 2019.

“Malam harinya ada bincang Barista Lampung Barat bersama Warkop WAW dengan target peserta 100 orang,” ungkap Agustanto.

Kemudian pada Rabu (09/07/2019), digelar acara Explore Wisata Kopi  “Jelajah wisata Kampung Kopi” dengan jumlah peserta 150 orang Camping Barista (Pramuka), Fun Brewing sebanyak 50 rang dan Camping Barista Coffee dengan peserta  300 orang (50 orang Barista Lambar, 150 orang pramuka , 100 undangan), serta pasar kopi dan kuliner peserta 90 orang (15 stand kecamatan, 14 stand UMKM kopi, 5 stand industri kopi nasional/buyer/eksportir dan 40 sampel kopi terbaik 2019.

Sebelumnya, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menyampaikan Pemerintah Provinsi Lampung sangat mengapresiasi kegiatan ini, harapannya kegiatan  ini dapat selalu terlaksana setiap tahunnya terlebih kopi merupakan hasil unggul dari Lampung Barat sehingga harapannya masyarakat dapat terbantu dari segi  ekonomi jika ekonomi sudah terbantu maka akan terwujud visi Lampung “Rakyat Lampung berjaya” dengan menjalankan Festival kopi ini sebagai salah satu misi membangun kekuatan ekonomi masyarakat berbasis pertanian dan wilayah perdesaan yang seimbang dengan wilayah perkotaan.

“Kemudian, jika kopi ada di kawasan hutan rakyat tentunya akan lebih baik produksinya, mari kita bersama untuk mengatasi masalah-masalah kopi karena  kedepan kita akan  upayakan harga kopi dan kualitas meningkat, pengusaha mendapatkan keuntungan dan rakyat dapat sejahtera,” katanya.

Sedangkan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengatakan harus ada kerjasama yang erat antara petani pengusaha dan pemerintah untuk mengembangkan kopi seperti kopi colombia, sehingga pengusaha, pemerintah, dan masyarakatnya bekerjasama sehingga dapat mengendalikan ekonominya sendiri menjadi sejahtera. (Adv)

Artikel ini telah terbit di Surat Kabar Harian Kupas Tuntas Edisi Selasa, 16 Juli 2019 berjudul “Festival Kopi Ajang Promosi dan Edukasi Wisata“.

 

Facebook Comments