Beranda Bandar Lampung

Kejati Lampung Temukan Aset Alay, Sebagian Sudah Berpindah Tangan

91
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Ilustrasi aset korupsi

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Lampung menemukan sejumlah aset baru milik Sugiarto Wiharjo alias Alay, yang berada di Kota Bandar Lampung (Balam) dan luar Provinsi Lampung. Saat ini, aset-aset tersebut sedang diinventarisasi, namun belum dilakukan penyitaan.

“Kalau aset baru milik Alay yang disita, kita dari Kejati belum lakukan. Sejauh ini kita sudah menemukan sejumlah aset baru lainnya, dan saat ini sudah kita pasangi banner,” jelas Asisten Pidana Khusus Kejati Lampung, Andi Suharlis, Senin (15/07/2019).

Andi menyebut, aset yang telah dipasang banner tersebut berada di seputaran Kelurahan Pahoman, Kecamatan Teluk Betung Selatan (TbS), Kota Bandar Lampung. Aset itu berupa gedung yang nilainya cukup fantastis jika dirupiahkan.

“Contohnya itu ada di seputaran daerah itu. Ada gedung yang sudah kita pasangi banner. Banner itu kita maksudkan sebagai bentuk dari pengawasan pihak kita, untuk menindaklanjuti pengembalian kerugian negara akibat korupsi yang diperbuat Alay. Nilainya lumayan lah,” terang mantan JPU KPK ini.

Andi mengungkapkan, sejauh ini Kejati Lampung telah menerima banyak laporan dan data terkait aset milik Alay. Namun, aset-aset itu belum bisa dilakukan penyitaan baik oleh tim Kejati Lampung maupun KPK. Pasalnya, masih ada beberapa kendala yang dihadapi.

Andi menambahkan, masih ada beberapa data aset yang diterima masih tersandung masalah. Permasalahan itu terkait  keabsahan surat kepemilikan.

“Kami harus hati-hati. Jangan sampai merugikan orang. Karena ada beberapa aset milik Alay yang dititipkan ke orang lain. Tetapi oleh pihak itu, disalahgunakan. Misalnya aset itu diagunkan ke bank. Itu menyalahi. Atau misalnya aset itu murni hasil jual beli. Persoalan itu harus kita pastikan dulu duduk perkaranya. Jangan sampai menzolimi orang,” jelasnya.

Ia mengimbau kepada pihak yang merasa dititipi aset oleh Alay, jangan sampai menyalahi hukum. Sebaiknya, segera berkoordinasi dengan Kejati Lampung.

“Kita imbau, kalau ada pihak yang dititipkan Alay seputar aset, tapi tidak dikembalikan. Itu ada konsekuensi secara hukum. Ada pidananya. Artinya, dia termasuk pihak yang menikmati hasil kejahatan TPPU Alay,” tegasnya.

Namun, Andi belum mau menyebutkan jumlah aset yang telah dipasang banner dan berapa nominal dari aset tersebut. Menurutnya, hal tersebut belum dapat disampaikan ke publik karena masih dalam tahap pendalaman oleh Kejati Lampung.

“Untuk angka saya belum bisa sampaikan. Kita tidak mau gegabah karena masih ditelusuri. Yang jelas, kami sudah menemukan sejumlah aset Alay berdasarkan data yang kita terima. Sejauh ini, ada aset gedung yang punya luas 700 meter dan 3.000 meter. Dan nilainya itu lumayan lah,” pungkasnya.

Sebagian Tanah Sudah Berpindah Tangan

Sementara itu, informasi yang digali Kupas Tuntas, tim Kejati Lampung sudah membidik beberapa tanah yang berada di Bandar Lampung dan di luar Provinsi Lampung. Namun, penyitaan tanah tersebut masih mendapat sedikit kendala lantaran telah berpindahtangan atau berpindah kepemilikan.

“Jadi ada beberapa tanah milik Alay yang sudah berpindah tangan tanpa diketahui oleh Alay. Tim masih menelusuri terus aset-asetnya,” kata sumber Kupas Tuntas yang enggan disebutkan namanya, Senin (15/07/2019).

Saat ditanya apakah ada aset lain selain tanah, sumber tersebut belum bisa membeberkan. “Nanti saja. Belum bisa,” imbuhnya. (Ricardo/Oscar)

Artikel ini telah terbit di Surat Kabar Harian Kupas Tuntas Edisi Selasa, 16 Juli 2019 berjudul “Kejati Temukan Aset Alay di Balam dan Luar Lampung, Sebagian Tanah Sudah Berpindah Tangan”.

Facebook Comments