Kumuh dan Penuh Sampah, Pemandangan di Desa Margasari Labuhan Maringgai Lamtim
Kupastuntas.co, Lampung Timur - Empat dusun yakni Dusun 9, 10, 11 dan 12 yang ada di Desa Margasari, Kecamatan Labuhanmaringgai, tampak sangat kumuh karena banyak sampah yang berserakan di depan rumah warga dan comberan sekitarnya, juga ditambah perilaku warganya yang masih buang air besar tidak pada tempatnya.
Kepala Desa Margasari, Wahyu Jayanti, mengatakan tidak sedikit sampah plastik yang dibuang berserakan di pinggir jalan, dan di dalam drainase sehingga menyumbat saluran air yang ada di depan rumah warga, dengan begitu air tidak lancar mengalir dan semakin lama sampah membusuk bersama lumpur menimbulkan bau tidak sedap. Selasa (16/07).
"Kami sudah berikan terus sosialisasi dan mengajak gotong royong warga untuk membersihkan lingkungan," Kata Wahyu Jayanti.
Namun antusias warga untuk melakukan bersih-bersih lingkungan hanya pada saat gotong royong, selanjutnya sudah tidak peduli lagi dengan persoalan sampah. Padahal kata Kepala Desa Margasari itu pemerintah sudah membuatkan kotak sampah permanen sebanyak 106 unit pada 2015 silam.

"Mungkin karena sudah kebiasaan sehingga warga tetap buang sampah sembarangan," kata Wahyu.
Selain faktor sampah dari berbagai jenis terutama plastik, warga yang buang air besar (BAB) sembarangan juga masih jamak ditemui, padahal warga sudah banyak yang mempunyai toilet, menurut Wahyu, terutama di empat dusun tersebut warga sering melakukan BAB di pinggir laut tepatnya di tanggul pemecah ombak, kebiasaan buruk itu menjadi penyebab kumuhnya Desa Margasari.
"Ini menjadi target utama kami untuk menjadikan empat dusun itu menjadi dusun yang tidak kumuh lagi," Ujarnya. (Gus)
https://youtu.be/ceaIU2stfs8
Berita Lainnya
-
Bupati Lampung Timur Tiadakan Open House, Pilih Salat Id dan Santuni Warga di Jabung
Sabtu, 21 Maret 2026 -
Forkopimda Lampung Timur Gelar Patroli Skala Besar Amankan Arus Mudik dan Takbir Keliling
Jumat, 20 Maret 2026 -
Muhammadiyah Way Jepara Lamtim Gelar Salat Id di Braja Asri, Suseno Tekankan Toleransi Perbedaan
Jumat, 20 Maret 2026 -
Presiden Prabowo Kucurkan Rp839 Miliar Tangani Konflik Manusia dan Gajah di Way Kambas
Sabtu, 14 Maret 2026








