Beranda Daerah Lampung Tanggamus

Alami Penyumbatan Usus, Bayi Mungil di Tanggamus Butuh Uluran Tangan Dermawan

204
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Sultan Mahbubillah bayi mungil 2,5 bulan yang terbaring di tempat tidurnya yang berada di Pekon Negeri Ngarip, Kecamatan Wonosobo, Tanggamus. Foto: Sayuti/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Tanggamus – Sultan Mahbubillah, seorang bayi mungil 2,5 bulan berjenis kelamin laki-laki itu, tak henti-hentinya menangis meski berulang kali Armanah, ibunya menenangkannya.

Tampak ukuran perut putra ketiga pasangan Rozali dan Armanah ini hampir setara bola voli sebab didiagnosa ada penyumbatan pada usunya. Sehingga buang air besar tidak lancar, dan perutnya makin membesar.

Menurut Armanah, putra yang baru dilahirkannya pada Mei 2019 lalu itu, sering menangis setiap saat bahkan dimalam hari ia selalu menangis.

Sultan Mahbubillah bayi mungil 2,5 bulan yang terbaring di pangkuan kaki ibunya di kediamannya yang berada di Pekon Negeri Ngarip, Kecamatan Wonosobo, Tanggamus. Foto: Sayuti/Kupastuntas.co

“Ini nangisnya belum terlalu, kalau waktu malam barulah nangis tidak berhenti. Kalau sudah capek baru diam, nanti nangis lagi. Begitu terus tiap malam,” kata Armanah saat ditemui di rumahnya di Pekon Negeri Ngarip, Kecamatan Wonosobo, Tanggamus, Selasa (16/7/2019) sore.

Menurut Armanah, anak ketiganya tersebut lahir normal. Namun setelah lahir terus-menerus menangis. Karena merasa aneh, ia bersama suaminya membawa ke bidan yang ada di Pekon Banjar Sari, Kecamatan Wonosobo.

Lantas bidan mengantarkan ke RSUD Batin Mangunang untuk tahu sakitnya. Dan setelah rontgen diketahui adanya sumbatan pada usus. Diduga itu menghambat keluarnya kotoran.

“Katanya dulu, ini harus dioperasi karena ususnya ada yang menyumbat. Kalau untuk operasi katanya bisa habis Rp70 jutaan,” ucap Armanah.

Ditempat sama, Rozali ayah sang bayi, mengungkapkan lantaran tingginya biaya, ia diminta untuk membuatkan keanggotaan BPJS bagi si anak. Sebab tidak bisa jika menggunakan keanggotaan BPJS orang tuanya.

“Kami sudah urus untuk membuat BPJS, nanti katanya mau diselesaikan sama Pj Kepala Pekon, mudah-mudahan cepat beres,” ungkap Rozali.

Rozali mengaku, selain masalah BPJS, harapannya juga ada bantuan materi. Sebab untuk operasi butuh menunggu dan itu membutuhkan biaya hidup selama di rumah sakit.

“Katanya kalau operasi paling tidak di Abdoel Moeloek, di sini tidak bisa, jadi harus dirujuk,” kata Rozali.

Pria yang hanya bekerja jadi buruh tani ini mengaku, berat dengan kenyataan hidup yang dihadapi keluarganya. Untuk itu dirinya berharap ada uluran tangan dari pihak mana pun agar bisa menolong.

Rozali menuturkan, hanya operasi jalan yang bisa ditempuh untuk penyembuhan anaknya tersebut. Sebab selama ini, pengobatan dengan orang pintar sudah dilakukan namun belum menunjukkan hasil. (Sayuti)

Facebook Comments