Beranda Bandar Lampung

Jelang Pilwakot 2020, PDIP dan Golkar Bandar Lampung Jalin Komunikasi

133
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Peretemua DPC PDI P dengan DPD II Golkar Bandar Lampung di Ikisopoto Cafe Rawalaut Bandar Lampung, Kamis (18/7/2019). Foto: Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Menghadapi Pemilihan Wali Kota (Pilwakot) yang akan digelar pada 2020 mendatang, DPC PDIP Kota Bandar Lampung dan DPD II Partai Golkar Bandar Lampung mulai melakukan komunikasi secara terbuka secara kelembagaan, di Ikisopoto Cafe Rawalaut Bandar Lampung, Kamis (18/7/2019) kemarin.

Ketua DPC PDIP Bandar Lampung Wiyadi mengatakan, pertemuan ini merupakan komunikasi secara lembaga antara PDIP dan Golkar. Pertemuan ini merupakan tindaklanjut dari komunikasi yang selama ini sudah berjalan. “Seperti yang kita tahu bahwa parpol yang ada di Bandar Lampung hasil pemilu legislatif tidak ada yang mencapai perolehan suara 20 persen. Karena itu, perlu melakukan koalisi dengan partai lain dalam Pilkada Bandar Lampung,” ungkapnya dalam pesan tertulis yang diterima Kupastuntas.co, Jumat (19/07/2019).

Wiyadi juga mengatakan, baik PDI P maupun Golkar sepakat masing-masing parpol menempuh mekanisme partai masing-masih dan tidak intervensi soal calon. Karena masing-masing parpol punya mekanisme.

“Recana koalisi antara PDIP dan Golkar, karena ada chemistry antara PDIP dengan Golkar saat Pilpres lalu.  Karena itu, PDIP dan Golkar secara lembaga melakukan komunikasi terbuka,” ujarnya.

Wiyadi juga menambahkan, meskipun saat ini PDI P menjalin koalisi dengan Golkar, tetapi pihaknya membuka diri untuk partai lain. “Karena untuk membangun Bandar Lampung harus bekerja dengan semua komponen dan juga seluruh partai, sehingga kedepan akan mendapatkan pemimpin yang dejalan dengan provinsi sehingga oembangunan kota Bandar Lampung semakin baik,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua DPD II Partai Golkar Yuhadi mengatakan, pihaknya sepakat dengan apa yang di sampaikan ketua DPC PDI P Bandar Lampung Wiyadi, untuk tidak membicarakan mengenai Paslon terlebih dahul, pasalnya setiap partai memiliki jalan masing-masing, dan yang memilih paslon adalah pengurus pusat. (Sule)

 

Facebook Comments