• Selasa, 10 Desember 2019

Miris, Mbah Gimo di Tubaba Ini Hidup Sebatang Kara di Gubuknya Bersama Kambing

Sabtu, 20 Juli 2019 - 21.03 WIB - 0

Penulis

Kupastuntas

Kupastuntas.co, Tulangbawang Barat - Potret kemiskinan masih jamak kita temui dimana-mana, kali ini di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), tepatnya di wilayah perkebunan Way Pidada Tiyuh Kibang Trijaya Kecamatan Lambu Kibang, dijumpai Kakek sebatang kara hidup memprihatinkan di gubuk kecilnya.

Ditengah-tengah wilayah perkebunan itu, yang  tidak jauh dari pemukiman, pemandangan pilu kita temukan, Mbah Gimo berusia sekitar 80 tahun itu hidup di gubuk yang tidak layak bersama dengan kambing dan ayam peliharaannya.

Gubuk sedianya merupakan tempat berteduh masyarakat ketika berkebun. Namun, Mbah Gimo menjadikan gubuk yang sangat tidak layak huni itu menjadi istana baginya. Bagaimana tidak, ia harus hidup sendiri disana lantaran keterbatasan ekonomi di jaman pengentasan kemiskinan seperti saat ini.

Edi Setiawan, warga Tiyuh Kibang Trijaya mengatakan, kakek kelahiran 1939 itu sudah cukup lama tinggal sendiri di gubuk miliknya itu. "Keberadaan Mbah Gimo ya tau bang disini sudah ada lima tahunan,"kata dia Jum'at (19/7/2019) kemarin sore.

Edi menceritakan, untuk memenuhi kelangsungan hidupnya Mbah Gimo memiliki kegiatan membuat tempurung ayam, tapi sayangnya terkadang hasil kreativitasnya itu tidak laku terjual.

"Kalau untuk makan minumnya hasil dari jualan tempurungan ayam itu, terkadang dari warga yang mengasih bantuan makanan,"tutur Edi.

Edi sedikit menceritakan sepengetahuannya terkait keberadaan Gubuk tempat tinggal Mbah Gimo. "Kalau bangunan (tempat tinggal) ini di bangun oleh Mbah Gimo sendiri bang, saya selaku warga atau perwakilan warga kalau bisalah ada tanggapan dari aparat kampung, pemerintah daerah, pemerintah pusat untuk Mbah Gimo yang layak untuk mendapatkan bantuan rumah layak huni bang,"ujarnya.

Slamet, salah satu warga setempat juga mengatakan hal yang sama. Bukan karena ia riya' (ingin dipuji), Slamet mengaku sering memberikan bantuan kepada Mbah Gimo.

Ia juga menjelaskan jika sejauh ini belum ada bantuan pemerintah yang diterima oleh Mbah Gimo. Melainkan, bantuan berupa Zakat Fitrah atau Zakat Maal dari warga sekitar ketika hari raya.

"Ya, biasanya saya yang ngasih, saya ngantarkan beras dari zakat fitrah, cuma bantuan zakat fitrah itu saja, untuk yang lain tidak pernah dapat cuma dapat zakat fitrah setiap tahun,"tukas Slamet.

Sementara, Rasidi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tubaba belum merespon keberadaan Mbah Gimo ini. Meskipun pesan singkat WhatsApp yang dikirim kepada Rasidi dibaca, namun sayangnya tidak ada jawaban. (Irawan/Lucky)

 

https://youtu.be/G92wP3vgafk

  • Editor : Mita Wijayanti