• Selasa, 10 Desember 2019

Miris! Gedung SDN 1 Sawang Balak Tanggamus Nyaris Ambruk, Siswa Terancam Bahaya

Minggu, 21 Juli 2019 - 18.17 WIB - 0

Penulis

Kupastuntas

Tanggamus (Kupas Tuntas) : Gedung SDN 1 Sawang Balak, Kecamatan Cukuhbalak, Kabupaten Tanggamus mengalami kerusakan. Kerusakan terparah terlihat pada bagian atap yang kondisinya terlihat nyaris ambruk.

Kerusakan yang terjadi di SDN terpencil di Pulau Tabuan, Kabupaten Tanggamus itu diketahui sudah terjadi sejak lama. Namun, belum memang belum penrah tersentuh perbaikan dari Dinas terkait.

Akibat kerusakan itu, para guru dan siswa sangat kerepotan bila turun hujan, karena atap kelas bocor, perlengkapan belajar seperti meja dan kursi sebagian besar sudah rusak. bahkan atap dan plavon sudah banyak yang berjatuhan.

Kecemasan guru dan anak-anak murid juga terjadi apabila hujan yang turun disertai angin kencang. Semua yang berada di sekitar gedung merasa was-was akibat kondisi atap dan plavon yang rusak parah tersebut. Hal tersebut dikatakan oleh Pak Amin, salah seorang warga yang tinggal di sekitar gedung SDN 1 Sawang Balak.

"Kondisi gedung SDN 1 Sawang Balak ini memang sudah sangat menghawatirkan. Gedungnya sudah tua, kayu-kayu di atas sudah lapuk dimakan usia," kata Mat Amin.

Di lain sisi, Kepala SDN 1 Sawang Balak, Ayuni mengatakan kegiatan belajar mengajar di sekolah yang dipimpinnya tersebut sangat sudah tidak memungkinkan dan sangat tidak nyaman mengingat banyak bagian gedung yang tak layak pakai. Bagian bangunan gedung sekolah yang paling rusak parah, kerusakan terjadi pada bagian atap.

"Kami khawatir ada hal yang tidak kita inginkan yang akan dialami anak-anak saat kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung, kata dia.

Ayuni berharap, Pemkab Tanggamus melalui Dinas Pendidikan secepatnya membangun gedung SDN 1 Sawang Balak ini agar kedepan tidak menghawatirkan, dan mengganggu proses belajar mengajar.

"Kami sudah sering mengajukan proposal rehab Gedung ke Dinas Pendidikan Kabupaten Tanggamus akan tetapi hingga saat ini belum juga terealisasi. Kami berharap melalui pemberitaan media harapan anak-anak, warga dan kami pendidik segera terwujud, yakni sekolah kami dibangun," ujarnya.

Keresahan diungkapkan salah seorang guru di sekolah ini, yang mengaku kerap mengevakuasi muridnya saat cuaca buruk melanda di pulau yang sebelumnya bernama Lakban Silingga Puri ini.

"Sering saat jam pelajaran berlangsung, para murid harus kita evakuasi ke luar ruangan karena atap kelas beterbangan, khususnya saat angin kencang bertiup. Apalagi sekolah ini dekat dengan pinggir pantai," kata seorang guru. (Sayuti)

  • Editor : Mita Wijayanti