Beranda Hukum & Kriminal

Siswi SMP di Sidomulyo Lamsel Jadi Korban Pencabulan

378
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Ilustrasi

Kupastuntas.co, Lampung Selatan – RS (12) warga Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, dicabuli oleh salah seorang remaja warga Desa Kotadalam, Jumat (19/7/2019).

Perbuatan bejat pelaku yang diketahui bernama HR itu kepergok oleh ibu korban Sri Wahyuni. Saat ibu korban baru pulang dari beraktivitas. “Kejadiannya sekitar pukul 16.00 WIB. Saat baru sampe rumah, saya sempat melihat ada sendal laki-laki. Saat masuk ke rumah, korban terlihat berlari dari arah kamar,” ujarnya saat diwawancarai di Mapolres Lampung Selatan, Sabtu (20/7/2019).

Saat ditanyai oleh orang tua korban, pelaku pun sempat tidak mengakui perbuatan bejat itu. Namun, pihak korban pun langsung melakukan visum ke rumah sakit untuk mengecek kondisi korban. Hasilnya, terdapat luka robek pada bagian alat kelamin korban. “Setelah ada hasil itu, pelaku pun akhirnya tertunduk lesu dan mengakui telah melakukan perbuatan bejatnya,” kata ibu korban.

Pihak keluarga pun meminta agar pelaku menghubungi keluarganya. Namun entah apa yang disampaikan pelaku, saat keluarga pelaku sampai di rumah, rekan-rekan dan keluarga pelaku justru mengamuk dan menyerang keluarga korban.

“Sampe tiga kali pihak kerabat pelaku melakukan aksi penyerangan, sampai teriak-teriak mau membunuh suami saya. Suami saya dan kawan-kawannya dipukul dan sempat ditusuk pakai pisau. Untung saja tidak sampai luka. Buktinya ada, bajunya sobek-sobek dan jam tangannya rusak,” kata Sri.

Pihak keluarga pun sempat melaporkan kejadian aksi pencabulan dan penyerangan itu ke Mapolsek Sidomulyo. Namun, untuk menghidari keributan yang lebih besar, akhirnya keluarga korban melaporkan kejadian itu ke Mapolres Lampung Selatan. “Itu pelaku (cabul)nya sudah diamankan dan saat ini masih tanyai oleh pihak kepolisian,” ujarnya.

Ia mengakui, bila pihak keluarga pelaku dan pihak pemerintahan dusun sempat datang ke rumahnya guna menyelesaikan permasalahan tersebut. Namun pihak keluarga korban pun ngotot agar pelaku diproses secara hukum. “Ya kami nggak terima, ini bekas lukanya sampai kapan pun. Makanya kami minta pelaku dapat diberikan hukum yang seberat-beratnya dan sesuai aturan hukum yang berlaku,” jelasnya.

Selain melaporkan aksi pencabulan, pihak keluarga pun akan melaporkan kasus penganiayaan yang diterima sang suami dan beberapa kerabat korban. “Iya, itu kita laporkan juga. Kita akan meminta visum rumah sakit karena tindakan penganiayan tersebut,” jelasnya.

Semantara itu, menurut penuturan korban yang masih duduk di bangku kelas II SMP itu, dirinya tidak kenal dengan pelaku. Namun, pelaku yang merupakan kakak kelas korban datang ke rumah korban, yang memang sedang sepi bersama kawan wanita yang korban kenal. “Jadi, dia datang dengan kawan saya (wanita). Nah, kawan saya itu disuruh beli nasi oleh pelaku. Tak lama keluar, pelaku langsung memaksa untuk itu, saya dan sempat dipegang-pegang sampai terjadi perbuatan cabul tersebut,” jelasnya.

Dihubungi terpisah, Minggu (21/7) Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPP-PA) Lampung Selatan Wahyuningsih menyebut bila, pihaknya telah menemui korban dan keluarga korban, sebagai langkah cepat pemerintah daerah.

“Sudah kemarin. Kita akan memberikan pendamping terhadap korban dan keluarga korban. Kita akan membawa korban berikut ibunya ke psikolog, karena ibu korban yang terlihat sangat terpukul atas kejadian itu,” jelasnya.

Terkait permohonan pindah sekolah korban atas permintaan ibu korban, DPP-PA Lampung Selatan siap untuk memfasilitasi hal tersebut. “Kita akan berkoordinasi dengan dinas pendidikan untuk hal ini. Untuk pelaku, kita akan berkoordinasi Bapas agar pelaku juga tetap mendapatkan pendampingan hukum karena statusnya masih di bawah umur,” kata Wahyuningsih.

Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian. Namun kabar yang diterima awak media, kasus pencabulan itu akan dirilis pada Senin (22/7/2019) bersama dengan kasus-kasus yang berhasil diungkap di tingkat polsek. (Dirsah/Edu)

 

 

 

 

Facebook Comments