• Selasa, 10 Desember 2019

Kecewa Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Semaka Tanggamus Buat Tanggul Darurat dari Karung Bekas Sebagai Bentuk Protes

Senin, 22 Juli 2019 - 19.41 WIB - 0

Penulis

Kupastuntas

Kupastuntas.co, Tanggamus - Warga Pekon Sripurnomo, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, bergotong royong membuat tanggul penahan banjir dari karung bekas berisi pasir dan kerikil, untuk mencegah kembali meluapnya air dari aliran Way Semaka ke permukiman warga di kawasan tersebut.

Akibat hantaman banjir bandang, abrasi terus menerus terjadi, hingga saat ini kondisi bantaran Way Semaka di Pekon Sri Purnomo semakin kritis.

"Berbagai keluhan, usulan sudah kami sampaikan mulai dari pekon, kecamatan, DPRD, PUPR, BPBD bahkan Bupati. Tapi sampai saat ini belum ada tindaklanjut. Makanya kami mengambil inisiatif buat tanggul sederhana dari karung bekas," kata Misran, salah seorang warga Pekon Sri Purnomo.

Aksi warga bergotong royong ini, kata dia, seolah warga mengungkapkan bentuk kekecewaan dan protes, akibat lambannya pemerintah merespon harapan warga. "Kami yakin tanggul ini tidak bertahan lama, saat banjir datang sudah rusak. Tapi ini bentuk protes kami," kata dia.

Dikatakan warga, tanggul sungai saat ini dalam kondisi kritis, dan rawan jebol apabila sewaktu-waktu sungai meluap saat diguyur hujan deras. Jika tanggul jebol, ratusan rumah warga dan lahan pertanian yang ada di pekon tersebut sudah dipastikan akan terendam air banjir dengan kondisi yang lebih parah.

"Selama ini kami diliputi perasaan cemas setiap hujan turun. Khawatir abrasi tambah parah," kata Darsa, warga lainnya.

Saat ini aliran Way Semaka yang merupakan sungai terbesar diwilayah tersebut,  mengalami pergeseran dan mulai menerjang pemukiman warga setempat. Jarak sungai yang dulunya sekitar 100 meter sekarang tinggal 4 meter dari rumah warga. Bahkan, satu keluarga telah pindah, sebab rumah yang dulu mereka tempati sekarang telah menjadi aliran sungai.

“Kami sekarang sangat khawatir jika ada hujan lebat, sebab sungai sekarang sudah di belakang rumah kami. Apalagi jika hujannya saat malam hari, kami tak dapat tidur karena berjaga-jaga,” ujar Ari, warga lainnya.

Camat Semaka, Wiwin Triani yang baru sepekan dilantik menjadi Camat Semaka memberikan apresiasi kepada warga yang bergotong royong membangun tanggul tersebut. Menurutnya, tingkat kesadaran masyarakat sudah tinggi sehingga peduli dengan lingkungan sekitarnya.

“Dan hal tersebut juga merupakan tanggung jawab kita bersama antara masyarakat, pekon dan pemerintah. Insya Allah kedepannya mendapatkan penanggulangan dari pemerintah,” katanya. (Sayuti)

  • Editor : Mita Wijayanti