PT Nedcoffee Indonesia Makmur Jaya: Sebiji pun Kami Tidak Pernah Impor
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - General Manager PT Nedcoffee Indonesia Makmur Jaya, Rinaldi Hartono membantah perusahaannya telah melakukan impor kopi dari Korea Selatan sebanyak 19.520 kg.
"Nggak ada ceritanya impor dari Korea Selatan. Korea kan bukan negara penghasil kopi. Kita nggak pernah dan salah satu penentang impor kopi. Bahkan pernah ada negara lain yang menawarkan untuk impor pun kami tolak. Saya salah satu penyokong paling benci pengimpor, tapi malah disebutkan di media," kata Rinaldi.
Dia menjelaskan, kopi sejumlah 19.520 kg itu merupakan kopi lokal miliknya yang diekspor ke Korea Selatan namun ditolak, karena alasan kulitas yang dianggap tidak baik.
"Kita punya kopi great 3 begini, tapi dia berasumsi bahwa kopi great 3 begitu jadi nggak sesuai. Makanya dibalikin lagi dan saya kapok jual ke sana kopi great 3. Makanya lain kali jual ke Korea itu great 1. Itu kan kita rugi besar cuma gara-gara jual satu kontainer," jelasnya.
"Selama saya di Nedcoffee, sebiji pun kami tidak pernah impor. Walaupun saya tahu dengan impor kita bisa untung lebih besar. Tapi saya tidak tertarik untuk impor," pungkasnya.
Rinaldi menambahkan, harga kopi impor asal Vietnam berkisar Rp15.000 per kg. Sementara kopi Lampung kualitas ekspor harganya mencapai Rp22.000 per kg. Sehingga bila kopi impor diekspor lagi bisa mendapat untung sekitar Rp7.000 per kg.
Sementara itu, perusahaan impor kopi lainnya, PT Indra Brother saat akan dihubungi tidak bersedia memberikan penjelasan. Administrasi PT Indra Brother, Thomas mengatakan pihaknya masih perlu mengecek lagi.
"Saya mesti cek dulu data itu ke teman saya pak. Nanti saya cek lagi datanya, saya tidak memegang datanya. Yang megang data kawan saya. Nanti saya infokan lagi," ujar Thomas. (Erik)
Artikel ini telah terbit di Surat Kabar Harian Kupas Tuntas Edisi Selasa, 30 Juli 2019 dengan judul "PT Sarimakmur Oplos Kopi Lampung dan Vietnam"
https://youtu.be/G92wP3vgafk
Berita Lainnya
-
Efisiensi Energi sebagai Jalan Nyata Menuju Kemandirian Energi di Lampung, Oleh: Elka Pranita
Rabu, 08 April 2026 -
Kenaikan Harga Plastik Tekan Pelaku Usaha Tahu di Bandar Lampung, Biaya Produksi Naik Hingga Dua Kali Lipat
Rabu, 08 April 2026 -
UniRank 2026: UIN Raden Intan Lampung Kembali Masuk 6 Besar PTKIN
Rabu, 08 April 2026 -
Harga Plastik Naik, Disperindag Lampung Imbau Industri Tahu Tempe Gunakan Daun Pisang
Rabu, 08 April 2026








