• Rabu, 19 Juni 2024

Anggaran Dana Bosda SMA/SMK di Lampung Terancam Defisit

Rabu, 31 Juli 2019 - 07.37 WIB
283

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Wakil Gubernur (Wagub) Lampung, Chusnunia Chalim menyatakan akan terus mendorong agar dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) SMA/SMK terus bertambah.

Ia mengakui, ada kemungkinan dana Bosda untuk SMA/SMK difisit cukup tinggi. Sehingga, pihaknya masih terus mencermati di APBD perubahan agar tidak terjadi defisit.

"Kalau di 2020 kita akan tambah, tapi karena beban APBD di 2019 ini tidak memungkinkan. Tetapi di 2019 tetap ada, akan menyesuaikan dengan anggaran yang ada," kata Chusnunia, Selasa (30/7/2019).

Ia berharap, pada tahun 2020 mendatang anggarannya bisa lebih sehat.

Pihaknya ingin pendidikan baik formal maupun non formal di level SMA/SMK ada perbaikan kualitas

Chusnunia mencontohkan pendidikan di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang sudah menggratiskan biaya SMA/SMK. Kedepan, ia ingin hal itu bisa diterapkan di Provinsi Lampung.

"Tapi lihat struktur fiskal kita nggak mungkin untuk melakukan itu. Jadi tidak semua gratis, tapi ada lah kita lihat yang berkualitas, akan kita gratiskan," tuturnya

Menurutnya, tidak perlu membuat sitem pendidikan baru, hanya saja yang sudah ada disambungkan dengan pasar kerja, disambungkan dengan industri, dan disambungkan dengan kebutuhan riilnya.

"Untuk level perguruan tinggi disampaikan Pak Arinal kepada saya bahwa dalam visi misi kita, Ingin rakyat Lampung berjaya melalui pendidikan tinggi yang bagus," ujarnya

Masih kata Chusnunia, anggaran beasiswa untuk pendidikan sudah di alokasikan, tinggal disampaikan ke dewan untuk mendapat persetujuan. (Sri)

Artikel ini telah terbit di Surat Kabar Harian Kupas Tuntas Edisi Rabu, 31 Juli 2019 dengan judul "Anggaran Bosda SMA/SMK Terancam Defisit"

Editor :