Kota Metro Dipastikan Aman dari Oplosan Daging Babi
Kupastuntas.co, Metro – Wilayah Kota Metro dipastikan telah aman dari peredaran daging sapi oplosan daging babi. Hal ini dikemukakan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Peternakan Dan Pertanian (DKP3) Kota Metro, Heri Wiratno, SP saat ditemui Kupastuntas.co di kantornya, Rabu (30/07/2019).
Hal ini dikemukakan Heri lantaran reseller daging oplosan tersebut telah dipanggil dan bersedia menandatangani kesepakatan untuk tidak menjual lagi daging oplosan babi secara online. Dan kesepakatan ini, sambung Heri, telah dilakukan pada tanggal 25 Juli 2019 lalu.
“Saat itu kami mendapat laporan adanya daging oplosan babi, yang kemudian kami lakukan sampel. Kemudian saat kami akan laporkan kepada Pak Wali Kota kebetulan masih dinas luar. Sehingga Pak Sekda memerintahkan untuk segera melakukan rapat pada 18 Juli dan hasilnya adalah rapat pada 25 Juli yakni penandatanganan kesepakatan,” kata dia.
Saat pelaksanaan rapat pada tanggal 25 Juli tersebut, tambah Heri, semuanya hadir termasuk dari Dinas Peternakan Lampung Timur, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Satgas Pangan, dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). Pada kesempatan itu, Heri juga menjelaskan bahwa Kota Metro hanya menjadi tempat edar daging oplosan babi.
“Daging oplosan tersebut berasal dari wilayah Lampung Timur dan Lampung Selatan. Makanya Dinas Peternakan Lamtim hadir untuk memastikan. Dan masalah ini juga sudah saya laporkan ke Dinas Peternakan Provinsi. Saya nyatakan Kota Metro aman dari peredaran daging oplosan. Sebab kami sudah rutin melakukan sample; ke setiap pasar di Kota Metro tiap minggunya,” tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat Kota Metro agar tidak merasa resah terkait daging oplosan babi. Hanya saja jika pembelian daging sapi melalui online, masyarakat jangan tergiur dengan harga yang murah. “Yang jadi masalah itu karena dioplos. Sebetulnya kalau sudah dinyatakan ini daging sapi dan ini daging babi, itu tidak masalah,” pungkasnya. (Han/Rani)
Berita Lainnya
-
Tommy Gunawan: Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis KontraS Ancaman Serius bagi Demokrasi
Sabtu, 14 Maret 2026 -
Jelang Lebaran, Pemkot Metro Monitoring Harga dan Stok Pangan di Sejumlah Pasar
Jumat, 13 Maret 2026 -
Kisruh Anggaran Media Rp200 Juta di Metro, Rozi Fernando Desak APH Periksa Anggaran Diskominfotik
Jumat, 13 Maret 2026 -
Kritik Pinjaman ke Bank Lampung, Anggota DPRD Metro Siap Lepas Fasilitas Bantu Bayar Bunga
Kamis, 12 Maret 2026



