Beranda Bandar Lampung

Dua Minggu Lagi Akan Terima Tuntutan, Sambil Nangis Khamami Minta Maaf

122
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Khamami mengusap air mata. Foto: Ricardo/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Bupati Mesuji nonaktif, Khamami mengaku bersalah dan minta maaf, serta minta kepada jaksa agar dituntut seringan-ringannya. Hal itu disampaikan Khamami dalam sidang lanjutan kasu suap fee proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Mesuji di Pengadilan Tipikor Tanjung Karang, Kamis (1/8/2019).

Majelis hakim meminta kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK untuk segera menyiapkan surat tuntutan kepada para terdakwa. Permintaan itu disanggupi JPU KPK, dan meminta waktu selama 2 minggu untuk menyiapkan 2 lembar surat tuntutan. Majelis hakim yang diketuai Siti Insirah memutuskan pembacaan surat tuntutan akan dilakukan pada Kamis (15/8/2019) mendatang.

Usai menetapkan jadwal sidang berikutnya, Siti memberikan kesempatan kepada para terdakwa menyampaikan pernyataan kepada JPU, sebelum surat tuntutan disusun dan dibacakan. Dalam pernyataannya, Khamami mengakui jika dirinya bersalah dan meminta agar dituntut ringan.

“Dengan kejadian itu, kami bertiga ada di sini, saya mengaku salah dan minta maaf. Saya minta kepada Pak Jaksa untuk dituntut seringan-ringannya,” ujar Khamami.

Siti langsung menanyakan kepada Khamami apakah jera telah berbuat kejahatan seperti itu. “Sebenarnya kami juga kasihan melihat kalian di sini. Jadikan pelajaran ya. Jera tidak Pak Khamami?” tanya Siti Insirah.

“Iya Bu, saya jera,” jawab Khamami singkat.

Pada sidang kali ini, kuasa hukum Khamami menghadirkan lima saksi meringankan. Mereka adalah Adi Sukamto sebagai mantan Pj Sekdakab dan mantan Kepala BPKAD Mesuji, Hendra Cipta selaku Sekretaris BPKAD, Anes Irhamdi mantan Sekretaris Bappeda, Maryono sebagai PNS Dinas PU-PR Mesuji dan Tri Yulianto selaku pegawai honorer. (Ricardo)

Facebook Comments