Beranda Daerah Lampung Metro

Jelang Pilwakot Metro 2020, KPU Ajukan Anggaran Rp 21 M

25
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Ketua KPU Kota Metro Sukatno. Foto : Johan/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Metro – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Metro mengajukan anggaran sebanyak Rp 21 Miliar untuk Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) tahun 2020.

“Usulan sudah kita ajukan ke Wali Kota Metro. Kami juga sudah melakukan beberapa kali rapat untuk membahas itu. Jumlah yang diajukan itu sebesar Rp 21 Miliar,” terang Ketua KPU Kota Metro Sukatno, Kamis (1/8/2019).

Dijelaskannya, besaran anggaran sesuai dengan kebutuhan Pilwalkot. Dimana mencakup perencanaan, pelaksanaan, logistik, sosialisasi, hingga untuk honor petugas pemilu.

“Memang itu belum final. Mudah-mudahan dari pengajuan bisa disetujui semua atau kalau pun berkurang tidak banyak. Karena perintah KPU RI itu panitia ad hoc harus sama dengan pemilu terakhir atau pilkada serentak 2019,” bebernya.

Sukatno menambahkan, tahapan Pilwalkot Metro 2020 akan dimulai pada bulan September 2019 nanti. Berdasarkan perolehan suara partai pada Pileg 2019, Pilkada bisa diikuti enam pasangan calon baik dari koalisi partai maupun jalur independen.

“Kita asumsikan bisa enam pasang calon. Karena kalau banyak calon, ada banyak pilihan bagi masyarakat. Tidak masalah, yang penting jangan sampai satu calon. Karena demokrasi kurang berjalan baik kalau sampai satu calon saja,” imbuhnya.

Sementara Sekretaris Kota (Sekkot) Metro Nasir AT mengaku, pada prinsipnya pemerintah mendukung usulan anggaran yang diajukan KPU. Karena merupakan pesta demokrasi lima tahunan bagi masyarakat Bumi Sai Wawai untuk memilih pemimpinnya.

“Cuma saat ini masih kita bahas. Jadi apakah sesuai yang diusulkan atau tidak, itu nanti kami kabari teman-teman jika sudah selesai pembahasan. Intinya kita mendukung,” ungkapnya.

Selain itu, Komisioner KPU Kota Metro Divisi Sosialisasi Agus Riyanto menjelaskan partisipasi masyarakat pada Pemilu serentak 2019 sebesar 87,8 persen dari total DPT 114.311. Angka tersebut cukup tinggi dibandingkan Pemilu legislatif 2014 dengan tingkat partisipasi sebesar 82 persen.

“Nah, kita berharap pada pilkada tahun depan angka ini bisa dipertahankan. Memang ada beberapa faktor untuk bisa membuat angka partisipasi tinggi. Seperti pemilu serentak pertama kemarin yang membuat antusias pemilih tinggi. Selain gencarnya sosialisasi dari kami dan juga relawan demokrasi yang cukup massif,” terangnya.

KPU Kota Metro menargetkan angka 85 persen pada pilkada 2020. Karenanya, butuh edukasi dan sosialisasi serta pendekatan kreatif kepada para calon pemilih.

“Saya kira itu kuncinya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Kita juga berharap relawan demokrasi masih ada untuk mempertahankan angka partisipasi di Metro,” tandasnya. (Han)

Facebook Comments