Beranda Daerah Lampung Tanggamus

Pedas, Harga Cabai di Tanggamus Tembus Rp 90 Ribu/Kg

36
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Ilustrasi. Foto : Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Tanggamus – Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Tanggamus terus merangkak naik. Hingga Minggu (4/8/2019) harga cabai rawit di Pasar Kotaagung menyentuh angka Rp90 ribu perkilogram.

Di banding harga bahan pokok, harga berbagai jenis cabai rawit, seperti cabai rawit hijau, cabai rawit merah dan cabai rawit caplak di Pasar Kotaagung, yang merupakan pasar tradisional terbesar di Kabupaten Tanggamus, mengalami kenaikan dari Rp80 ribu menjadi Rp90 ribu perkilogram.

“Baru tiga hari yang lalu harga cabai rawit Rp80 ribu, sekarang sudah naik lagi Rp90 ribu per kilogram. Hampir setiap hari harganya naik, walau cuma seribu atau dua ribu, dan belum ada tanda-tanda akan turun,” kata Sadinem (57), salah seorang pedagang rempah dan bumbu di pasar Kotaagung, Minggu (4/8/2019).

Dikatakannya, tingginya harga komoditas cabai rawit disebabkan sedikitnya pasokan cabai dari petani. “Pasokan masih sangat sedikit, ini mungkin pengaruh kemarau. Kemungkinan setiap hari terjadi kenaikan, sampai kemarau berlalu,” katanya.

Umi (39), pedagang cabai lainnya menuturkan, tingginya harga cabai rawit membuat para pedagang tidak berani membeli cabai rawit dalam jumlah banyak karena para pembeli juga hanya membeli dalam jumlah sedikit.

“Pembeli paling banyak beli setengah kilo atau seperempat kilo mas. Yang beli sekilo keatas biasanya pemilik rumah makan atau mereka yang mau hajatan,” kata dia.

Dia mengatakan, para pembeli biasanya mensiasati dengan cara mencampur cabai besar merah (cabai keriting) dengan cabai rawit. Untuk harga cabai merah keriting saat ini dikisaran Rp 60 ribu-Rp 65 ribu.

“Para pembeli bisanya mengoplos. Mereka beli separuh cabai rawit separuh cabai merah,” ujarnya.

Para pedagang juga mengungkapkan kegusaran mereka, dikarenakan saat ini pedagang pasar sudah mulai kesulitan mencari suplai cabai rawit. Sebab pasokan cabai ke pasar mengalami penurunan yang cukup konsisten setiap hari. “Semoga pemerintah bertindak, apalagi mau Idul Adha, pasti kebutuhan cabai rawit akan meningkat,” kata Romi (37), pedagang lainnya.

Menurut para pedagang, tingginya harga cabai memang mulai terjadi saat Idul Fitri lalu. Pasca Idul Fitri memang ada harga cabai fluktuatif, tetapi dikisaran Rp40 ribu. Para pedagang memprediksi, harga cabai masih akan tetap tinggi terlebih akan menghadapi Idul Adha mendatang.

“Mungkin masih lama bertahan di harga sekarang sampai Idul Adha nanti, karena memang stok dari petani memang berkurang jauh, informasinya efek kemarau,”  kata Yani, pedagang lainnya. (Sayuti)

Facebook Comments