Beranda Bandar Lampung

Pemprov Lampung Susun RPJMD, Kemendagri dan Bappenas Beri Masukan

40
Foto : Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyampaikan masukan kepada Pemprov Lampung dalam menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Lampung 2019-2024.

Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Muhammad Hudori mengatakan, dalam penyusunan RPJMD harus memperhatikan rancangan teknokratik RPJMN 2020-2024. Selain itu, rancangan RPJMD harus harus menggunakan sistem e-planning sesuai Permendagri Nomor 98 Tahun 2018.

“Penyusunan RPJMD juga harus sesuai dengan standar pelayanan minimal (SPM) yang merupakan ketentuan mengenai jenis dan mutu pelayanan dasar, pembangunan berkelanjutan, dan harus sesuai itegrasi tata ruang (RTRW),” ujarnya dalam pembukaan Musrenbang bertemakan “Sinergi Menuju Rakyat Lampung Berjaya”, di Swissbell Hotel, Bandar Lampung, Rabu (7/8/2019).

Ia juga mengapresiasi gerak cepat Pemprov Lampung dalam pelaksanaan Musrenbang RPJMD. Menurutnya, berdasarkan peraturan, Gubernur yang baru saja dilantik, selambat-lambatnya dalam kurun waktu 6 bulan sejak dilantik itu harus sudah melakukan Musrenbang.

“Namun pak Gubernur Arinal sudah melakukannya di awal sejak dirinya dilantik sebagai Gubernur. Dan ini sangat hebat dan kami sangat mengapresiasi hal ini untuk kemajuan Lampung Berjaya,” jelas Hudori.

Selain dari Kemendagri, Direktur Otonomi Daerah Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Aryawan Soetiarso mengatakan, RPJMD harus memiliki struktur perekonomian yang kokoh, keunggulan kompetitif wilayah, dan SDM berkualitas.

“RPJMD 2019-2024 merupakan tahapan terakhir dari RPJP 2005-2025. Ini sangat strategis dalam 5 tahun terakhir, dan merupakan awal persiapan dalam penyusunan RPJP berikutnya,” jelas Aryawan.

Selain itu, RPJMN 2020-2024 harus menekankan terbangunnya struktur perekonomian yang kokoh berlandaskan keunggulan kompetitif di berbagai wilayah. Dan didukung oleh SDM berkualitas dan berdaya saing.

“Kunci utama yaitu sturktur perekonomian yang kokoh, keunggulan kompetitif wilayah, dan SDM berkualitas,” jelasnya.

Acara Musrenbang ini sendiri dibuka Gubernur Lampung Arinal Djunaidi. Arinal menjelaskan Provinsi Lampung memiliki keunggulan secara geostrategik sebagai gerbang Pulau Sumatera dan langsung bersentuhan dengan Selat Sunda.

“Potensi ini sangat berpeluang untuk dikembangkan karena semakin baiknya konektivitas eksternal Provinsi Lampung melalui dukungan infrastruktur Jalan Tol Trans Sumatera dengan 14 exit toll di Provinsi Lampung, serta pengembangan bandara dan pelabuhan,” jelas Gubernur Arinal.

Dari sisi demografinya, Gubernur Arinal menjelaskan Provinsi Lampung memiliki jumlah penduduk terbesar kedua di Sumatera dengan usia produktif pada tahun 2018 sebesar 51,1 persen. Hal ini juga menjadi peluang pencapaian bonus demografi yang memasuki puncaknya pada 2035.

RPJMD 2019-2024 ini, ujar Gubernur Arinal merupakan kesempatan untuk menentukan masa depan Lampung. “Saya berharap RPJMD 2019-2024 menjadikan Lampung lebih baik ke depannya. Tentunya diperlukan koordinasi, integrasi, sinkronisasi dan sinergitas antarjenjang Pemerintah, termasuk Pemerintah Pusat,” ujarnya. (Rls)

Facebook Comments