Beranda Daerah Lampung Lampung Selatan

Pengusaha Penyeberangan : Jika JTTS Terhubung, Pelabuhan Bakauheni Butuh 14 Dermaga

1723
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
lalu lintas padat di pintu tol Pelabuhan Bakauheni. Foto : ist

Kupastuntas.co, Jakarta – Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) meyakini pengoperasian Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) bakal mengerek trafik angkutan penyeberangan di lintas Merak—Bakauheni.

Ketua Umum Gapasdap, Khoiri Stuomo mengatakan, keberadaan jalan tol akan merangsang pertumbuhan moda angkutan darat, baik kendaraan pribadi, umum, maupun barang. Terlebih, tren harga tiket pesawat yang membubung membuat moda transportasi darat kian dilirik.

“Sekarang kan masyarakat punya alternatif, lewat darat. Dengan adanya jalan tol itu pasti memicu (trafik). Kami sudah antisipasi dengan menyiapkan armada (kapal),” jelasnya, Senin (12/8/2019).

Saat ini, baik Pelabuhan Merak maupun Pelabuhan Bakauheni sudah terkoneksi dengan jalan tol. Sejak Maret 2019, Jalan Tol Bakauheni—Terbanggi Besar sudah beroperasi.

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) melansir, jalan tol Terbanggi Besar—Pematang Panggang—Kayu Agung sepanjang 189 kilometer bakal diresmikan pada September 2019.

Selanjutnya, jalan tol Kayu Agung—Palembang—Betung seksi 1 ruas Kayu Agung—Jakabaring sepanjang 33,40 kilometer bakal beroperasi. Walhasil, lintas Lampung-Palembang dalam waktu dekat bakal terhubung lewat jalan tol dan membuat waktu tempuh hanya 5 jam.

Di sisi lain, Gapasdap menilai kapasitas dermaga di Pelabuhan Merak dan Bakauheni perlu ditingkatkan untuk mengurangi antrean sandar. Saat ini terdapat tujuh dermaga di Pelabuhan Merak dan enam dermaga di Pelabuhan Bakauheni.

“Katakanlah enam dermaga beroperasi, kapal yang bisa bersandar hanya 30, selebihnya menganggur. Idealnya Bakauheni ada 14 dermaga,” jelasnya, dilansir Bisnis.com.

Khoiri menambahkan, infrastruktur pelabuhan juga perlu dilengkapi dengan pemecah gelombang sehingga operasional dermaga tidak terganggu oleh cuaca. Pembenahan infrastruktur di pelabuhan penyeberangan ini, lanjut Khoiri, perlu menjadi prioritas karena kehadiran jalan tol akan memicu trafik kendaraan dalam jumlah besar.

Sebelumnya, PT Hutama Karya memperkirakan volume lalu lintas atau trafik di jalan tol Bakauheni-Terbanggi Besar bakal terus menanjak sejalan dengan pengoperasian dua ruas lanjutan menuju Palembang.

Kepala Cabang Jalan Tol Bakter Hanung Hanindito mengatakan, sejak beroperasi pada Maret 2018, trafik kendaraan mengalami peningkatan secara perlahan. Jalan tol sepanjang 140,9 km juga mendapat limpahan arus kendaraan saat masa angkutan lebaran.

Di awal Mei 2019, lalu lintas harian rata-rata (LHR) tercatat 11.000 kendaraan dengan jenis kendaraan Golongan I mendominasi sebanyak 70%. Pada pertengahan Juni 2019, angka LHR naik 9% menjadi 12.000 kendaraan.

“Mudah-mudahan bisa lebih baik lagi ketiga ruas Terbanggi Besar sampai Kayu Agung sudah beroperasi,” ujarnya. (Bns)

Facebook Comments