Beranda Bandar Lampung

TKS Dinas Pertanian Balam Mengeluh, Uang Konsumsi Diganti Nasi Bungkus

83
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Kepala Dinas Pertanian Bandar Lampung, Agustini. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Tenaga kontrak sukarela (TKS) Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan, dan Kehutanan Kota Bandarlampung mempertanyakan pencairan dan pengelolaan uang makan alias uang konsumsi karena dinilai tidak jelas.

Pasalnya, terhitung sejak 1 Januari 2019 uang makan 107 TKS Distanakbunhut Bandar Lampung tersebut diganti dengan nasi bungkus, itu pun hanya sampai bulan Maret.

“Hanya nasi bungkus yang dibagikan dari Januari-Maret, itu pun nasi bungkusnya dibuat sendiri oleh bu kadis,” ungkap salah satu TKS Distanakbuhut Bandarlampung.

Padahal, menurut sumber yang enggan disebutkan namanya tersebut, dana konsumsi TKS sudah dicairkan sebesar Rp30 juta tahun ini.

“Nasi bungkus dimasak dan dibagikan sendiri oleh bu kadis. Menu selalu nasi telor,” imbuhnya.

Selain itu, para TKS pertamanan dan tebang pohon tersebut tidak setiap hari mendapat nasi bungkus.

Dihubungi terpisah, Pengawas Lapangan Penebangan Pohon Distanakbunhut Sugondo menuturkan, bahwa selama tiga bulan Kepala Disnatanbunhut Agustini langsung yang mengirimkan nasi bungkus ke lapangan.

“Dengan alasan sambil mengawasi yang kerja makanya langsung membawa nasi untuk yang kerja di lapangan, meskipun kami menebang pohon di Serensem bu kadis tetap mengantarkan jatah makan siang kami,” bebernya, ditemui ketika sedang melakukan penebangan pohon di Jalan Urip Sumoharjo, Selasa (13/8).

Untuk tenaga pangkas pohon, dijelaskannya, berjumlah 28 orang, dan selebihnya TKS pertamanan dan kantor. Menurutnya, pihaknya selalu mendapatkan nasi bungkus tiap kali bekerja melakukan pemangkasan pohon.

Hanya saja dia membenarkan jika dua bulan lebih belakangan ini tidak lagi mendapat nasi bungkus.

“Iya memang, dua bulan lebih kami tidak lagi mendapat nasi bungkus. Soal anggaran saya kurang tahu,” tandasnya.

Terkait permasalahan ini, Kepala Distanakbunhut Kota Bandarlampung Agustini mengaku baru mencairkan satu kali uang makan TKS. Pencairan uang makan sendiri dilakukan per triwulan.

“Tahun ini baru sekali mencairkan uang makan TKS sekitar Rp10 jutaan. Karena anggaran terbatas kita buatkan nasi bungkus,” tuturnya.

Dia membenarkan belakangan uang makan terhenti karena besarannya relatif cukup kecil dan terbatas. Total dalam setahun hanya sekitar Rp50 jutaan.

“Untuk satu TKS hanya dijatah sekitar Rp7.000-12.000. Kecil memang,” kata dia. Termasuk juga terkendala bulan puasa. “Bulan puasa kan tidak boleh mengambil uang makan,” imbuhnya. (Wanda)

Facebook Comments