Beranda Nasional

2 Hari Lagi, Jokowi Akan Umumkan Lokasi Ibu Kota Negara Baru

49
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Presiden RI Joko Widodo. Foto : Ist

Kupastuntas.co, Jakarta – Presiden Joko Widodo menyatakan informasi mengenai pemindahan ibu kota baru akan disampaikan pada Agustus 2019. Namun, hingga saat ini Jokowi belum juga memberikan informasi terkait rencana besar tersebut.

Jokowi hanya menyebut bahwa ibu kota akan dipindah ke Kalimantan, tanpa menyebut lokasi detail. Saat bertemu pimpinan media massa di Istana Merdeka pada Rabu (14/8/2019), Jokowi mengungkap bahwa informasi pemindahan ibu kota akan disampaikan dalam pidato kenegaraan. Pidato kenegaraan akan dibacakan pada Sidang Tahunan MPR pada 16 Agustus 2019 mendatang.

“Ada satu-dua hal yang belum selesai. Kalau itu sudah bisa ditangani Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) akan saya sampaikan dalam pidato kenegaraan,” kata Jokowi.

Jokowi juga menyatakan, rencana menyampaikan informasi tentang pemindahan ibu kota juga bergantung pada kesiapan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kementerian PPN/Bappenas.

“Kita tunggu saja hari-hari ini Bappenas menangani hal itu,” ucap Jokowi dilansir Kompas.com.

Saat ini, pemerintah sudah menyiapkan sejumlah hal agar pemindahan ibu kota itu berjalan lancar. Salah satunya terkait penyediaan anggaran. “Untuk pemindahan dan pembangunan ibu kota baru itu dana yang dibutuhkan mencapai Rp 466 triliun,” kata Jokowi.

Adapun provinsi yang ada di Kalimantan yang menjadi pilihan ibu kota negara yang baru, adalah Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan.

Sebelumnya, pemerintah mengungkapkan, pembiayaan untuk membangun ibu kota baru di Kalimantan juga dilakukan dengan skema tukar guling. Ada empat skema tukar guling aset yang siap dilakukan. Beberapa aset tersebut meliputi gedung pemerintahan yang berada di pusat Jakarta, seperti di kawasan Medan Merdeka, Thamrin, Sudirman, Kuningan, dan SCBD.

“Jadi ini sifatnya karena ada potensi penerimaan yang besar dari aset Jakarta. Maka, kami akan mengupayakan agar kerja sama pengelolaan aset di Jakarta bisa dipakai untuk membangun ibu kota baru,” kata Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. (Kps)

Facebook Comments