Beranda Bung Kupas

Fakta Baru Impor Kopi di Lampung

103
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Zainal Hidayat

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Polemik impor kopi di Lampung terus memunculkan fakta-fakta baru. Teranyar, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mengungkap fakta baru terkait jumlah impor kopi yang masuk di Provinsi Lampung selama tahun 2019. Tidak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai 1.700 ton lebih atau hampir dua kali lipat yang pernah tercatat pada PT Pelindo II Panjang sebanyak 980 ton.

Data yang dirilis BPS Lampung dipastikan valid, kerena BPS telah menjalin kerja sama dengan Bea Cukai Pusat. Data impor kopi yang masuk Lampung didapat BPS Lampung dari BPS Pusat. Sementara BPS Pusat menerima dataitu langsung dari Bea Cukai Pusat. Sebaliknya, Bea Cukai Bandar Lampung hingga kini tidak pernah merilis berapa jumlah impor kopi yang masuk Lampung.

Impor kopi yang diungkap BPS Lampung itu untuk periode Januari sampai Juni 2019.  BPS Lampung menyebutkan selama semenster I 2019 tercatat ada sebanyak 1.746.672 kilogram (kg) atau 1.700 ton lebih biji kopi yang diimpor ke Lampung. Jumlah impor kopi tersebut jika dihitung dalam mata uang yakni sebanyak US$ 2.743.364.

Impor biji kopi di Lampung terbesar didatangkan dari negara Vietnam sebanyak 1.727.472 kg. Dan sisanya dari Korea Selatan sebanyak 19.200 kg. Dengan fakta baru ini, semakin menarik disimak siapa saja sebenarnya pihak-pihak yang bermain dalam praktik impor kopi di Lampung ini. Apakah melibatkan pejabat di tingkat pusat? Tentu harus digali lebih jauh.

Polda Lampung sudah memulai meminta keterangan dari pihak-pihak yang dianggap mengetahui seputar impor kopidi Lampung. Harapannya, tentu Polda bisa menuntaskan apa hasil pemeriksaan. Sehingga bisa ditarik kesimpulan apakah impor kopi yang dilakukan memang sesuai koridor hukum atau memang ada dugaan mainan?

Dinas Perdagangan Provinsi Lampung sudah jelas-jelas menyebutkan bila saat ini semua izin impor sudah ditarik ke pemerintah pusat. Sehingga pemerintah pusat melalui kementerian terkait lah yang memberikan izin apakah impor itu disetujui atau ditolak. Sementara Dinas Perdagangan Lampung hanya punya kewenangan menerbitkan Surat Keterangan Asal (SKA) komoditas yang diekspor.

Agar polemik impor kopi di Lampung bisa diusut secara transparan, Pemprov Lampung berencana untuk bertemu dengan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian membahas persoalan ini. Pertemuan nanti diharapkan bisa menjadi titik terang untuk mengungkap berapa ton impor kopi yang masuk Lampung dan pemanfaatannya.

Apalagi, ada hal yang menarik terungkap saat hearing di Komisi II DPRD Lampung lalu, dimana pimpinan dari salah satu perusahaan importir kopi mengungkatkan jika kopi yang diimpor dari Vietnam untuk memenuhi kebutuhan lokal. Padahal, sebelumnya pegawai di perusahaan importir kopi yang sama saat dikonfirmasi menyebutkan jikaimpor kopi dari Vietnam diproduksi ulang untuk kemudian diekspor lagi. Ada pepatah mengatakan “tidak ada asap jika tidak ada api”. Berbagai kejanggalan yang terjadi, diharapkan bisa menjadi pintu masuk untuk mengungkap dugaan permainan apa yang terjadi di balik impor kopi di Lampung. (ZH)

Artikel ini telah terbit di Surat Kabar Harian Kupas Tuntas Edisi Rabu, 14 Agustus 2019 dengan judul “Fakta Baru Impor Kopi”

Facebook Comments