Beranda Daerah Lampung Lampung Timur

Diduga Oknum PLN di Lampung Timur Minta Uang Tambahan untuk Pemasangan Listrik Baru Warga Miskin

348
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Ilustrasi

Kupastuntas.co, Lampung Timur – Program Pasang Listrik Baru (PLB) secara gratis untuk orang miskin, di Rayon Sribhawono, diduga oknum PLN memanfaatkan program pemerintah tersebut dengan meminta imbalan kepada warga miskin senilai Rp700ribu hingga Rp2 juta.

Kepala PLN Rayon Sribhawono Miftahul Huda, saat dikonfirmasi mengaku pungutan dalam program PLB bantuan pemerintah tidak ada, karena dalam pendataan dan peninjauan bukan dilakukan dari pihak PLN saja namun melibatkan pamong desa setempat, sehingga jika hendak bermain main soal pungli sangat tidak mungkin.
“Itu tidak benar, kalau memang ada oknum PLN yang melakukan pungutan dalam program PLB warga miskin akan kami kenakan sanksi,” ujar Miftahul Huda, Sabtu (17/8/2019).

Miftahul Huda mengakui tahun ini Rayon Sribhawono mendapatkan kuota PLB untuk warga miskin sebanyak 4.244 rumah, dan sampai saat ini masih dilakukan pendataan. Artinya, data yang digunakan yaitu data tahun lalu, sehingga harus dilakukan kroscek ulang, untuk memastikan layak atau tidak untuk menerima PLB warga miskin.

“Data yang jadi rujukan data lama, jadi perlu kami kroscek ulang,” kata Manager PLN Rayon Sribhawono.

Lanjutnya, jika dari 4.244 kuota dan ternyata di Rayon Sribhawono warga miskin tidak lebih dari jumlah tersebut,  maka sisanya akan dipulangkan ke negara, pemasangan baru tersebut selain gratis nilai pembayarannya lebih murah karena mendapat subsidi dari pemerintah.

Miftahul belum bisa menjelaskan pasti waktu pemasangan program PLB warga miskin itu, karena masih tahap pendataan.

“Kami belum tau kapan waktu yang tepat untuk pemasangan listrik warga miskin tersebut, karena prosesnya masih panjang,” jelas Miftah.

Sementara salah seorang warga mengaku, pernah ditawari program tersebut namun harus mengeluarkan uang 2 juta. Meskipun ada mahar senilai 2juta sumber yang enggan disebut identitasnya menyepakati.

“Kalau benar ada,saya mau meski bayar 2 juta.  Karena itu subsidi kan, selanjutnya bayarnya tidak mahal, tapi sampai saat ini kami belum didatangi lagi oleh orang yang mengaku bekerja di PLN tersebut,” terang sumber Kupastuntas.co.

Sementara Mudayah (70), warga Desa Sumbermarga, Kecamatan Way Jepara, warga miskin yang memiliki ekonomi menengah kebawah belum mempunyai penerangan listrik, karena tidak mampu membeli kWh dan biaya pemasangan.

Ironisnya nenek sepuh tersebut dengan rumah gribiknya tidak mendapat program PLB yang sifatnya gratis.

“Belum pernah terdata untuk pemasangan listrik gratis. Kalau ada ya mau kan gratis, terus bayarnya apalagi subsidi,” kata Mudayah. (Agus)

Facebook Comments