Beranda Daerah Lampung Tanggamus

Jalan Penghubung Pekon di Wonosobo Tanggamus Banyak yang Rusak, Warga : Kalau Hujan Seperti Kolam

65
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Ilustrasi

Kupastuntas.co, Tanggamus – Jalan penghubung antar pekon di Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, banyak yang rusak dan butuh perbaikan. Pasalnya, kerusakan jalan di ruas ini mulai berlubang sampai kembali lagi jadi onderlagh.

Puji, warga Pekon Banjarnegoro, Kecamatan Wonosobo, mengatakan perbaikan jalan yang dilakukan pemerintah pada tahun lalu dinilai tanggung. Sebab perbaikan hanya dilakukan dari Pasar Pangkul sampai sebagian Pekon Banjarnegoro. Kemudian di ruas jalan Dadirejo-Kalirejo-Karanganyar.

“Perbaikannya tanggung sekali, kenapa tidak sepanjang jalan ini diperbaiki, kenapa hanya dari Pasar Pangkul sampai Banjarnegoro dan Dadirejo sampai Karanganyar saja,” kata Puji, Minggu (18/8/2019).

Ia menuturkan, kerusakan jalan dari Banjarnegoro juga terjadi sampai Pekon Dadisari. Dimana, banyak jalan yang kondisinya berlubang, dengan ukuran lubang yang bervariasi. “Yang di Dadimulyo juga kerusakannya cukup parah, aspal jalanya mengelupas hingga batu onderlaghnya terlihat,” katanya.

Ia menambahkan, sebenarnya tidak terlalu besar anggaran untuk perbaikan sebab mulai sebagian Pekon Banjarnegoro, Dadimulyo sampai pertigaan Pekon Dadisari bisa dilakukan tambal sulam.

“Kalau memang anggarannya sedikit tambal sulam saja yang penting bagus. Sebab kalau mau di tebalkan aspalnya dananya pasti besar. Atau apa mau tunggu rusak parah dulu baru diperbaiki,” ujarnya.

Sementara, Eko Wardianto warga yang melintas mengaku hal yang tidak mengenakan ketika melintas jalan dari Banjarnegoro-Dadisari saat hujan, karena jalan sudah seperti kolam, genangan hampir ada di sepanjang jalan.
“Kalau hujan, air di sini tidak bisa mengalir ke parit, jadi tergenang saja di jalan. Makanya kalau hujan di sini sudah seperti kolam,” kata Eko.

Selain pada ruas Banjar Negoro sampai Dadisari, perbaikan juga perlu dilakukan di ruas jalan Pekon Wonosobo, Banyuurip hingga ke pertigaan jalan Pekon Dadirejo. Sebab, perbaikan tambal sulam pernah dilakukan tahun 2016 lalu, itupun hanya di Banyuurip dan kini sudah rusak lagi. (Sayuti)

Facebook Comments