Beranda Bandar Lampung

IPM Lampung di Bawah Nasional

30
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Ilustrasi
“Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi Lampung masih di angka 69,02 (tahun 2018), di bawah angka nasional sebesar 71,39. Perlu perhatian serius agar bisa lebih baik lagi.”

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-74 Tahun 2019 mengambil tema “SDM Unggul, Indonesia Maju” sangat tepat. Pasalnya, saat ini kualitas SDM secara nasional perlu dilakukan pembenahan. Penilaian SDM ini salah satu indikatornya bisa dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2018, IPM nasional mencapai angka 71.39. Sementara di Provinsi Lampung IPM masih di bawah nasional atau 69,02. Angka ini meningkat sebesar 0,77 poin atau tumbuh sebesar 1,13 persen dibandingkan tahun 2017.

Dalam raihan angka IPM secara nasional, Provinsi Lampung menempati urutan ke-11. Meskipun IPM di Provinsi Lampung terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Pencapaian pembangunan manusia diukur tiga aspek esensial yaitu umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, dan standar hidup layak. Oleh karena itu, peningkatan capaian IPM tidak terlepas dari peningkatan setiap komponennya.

HUT ke-74, Gubernur Lampung: Momentum Untuk Bangkit

Menurut Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 menjadi momentun bagi Provinsi Lampung untuk lebih bangkit. Sehingga, kedepan Provinsi Lampung bisa Berjaya.

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengajak seluruh masyarakat di Provinsi Lampung untuk mengisi kemerdekan dengan hal-hal yang bermanfaat demi mendorong kemajuan daerah dan bangsa.

Arinal meminta masyarakat terus menjaga dan memelihara rasa kesatuan dan persatuan, menuju rakyat Lampung berjaya sebagaimana visinya sebagai Gubernur Lampung bersama Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim. Yakni mewujudkan masyarakat Lampung yang aman, berbudaya, maju dan berdaya saing serta sejahtera.

“Lampung harus lebih bangkit dari sebelumnya. Persatuan dan kesatuan itu lebih diutamakan, karena dengan dengan itu maka agama, ekonomi, budaya, seni akan menjadi baik. Ini lah tanggung jawab saya bersama Wakil Gubernur Lampung, Ibu Nunik,” kata Arinal usai upacara memperingati HUT ke-74 Kemerdekaan RI di Lapangan Korpri Kantor Pemerintah Provinsi Lampung, Sabtu (17/08/2019).

Arinal menjelaskan, untuk mewujudkan Lampung Berjaya, akan diupayakan melalui realisasi 9 program prioritas dan 33 janji kerja. Ketua DPD I Partai Golkar Lampung ini berjanji terus berupaya dan bekerja keras untuk mewujudkan rakyat Lampung Berjaya.

Chusnunia Chalim: HUT RI Jadi Wahana Refleksi

Sementara Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim menyebutkan peringatan Kemerdekaan RI perlu dijadikan wahana refleksi atas apa yang telah diraih dan akan dituju demi mewujudkan kemajuan bangsa.

Untuk membangun negara, kata Chusnunia, harus dimulai dari membangun sumber daya manusia. “Yang jelas kita tindaklanjuti apa yang disampaikan oleh Presiden, bahwa untuk membangun negara kita dimulai dari membangun sumber daya manusia. Dan di tingkat provinsi juga seperti itu, membangun sumber daya manusia menjadi prioritas. Kita harus berbuat lebih banyak dan lebih baik lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Lampung, Dedi Afrizal mengungkapkan peringatan hari kemerdekaan bisa menjadi motivasi bagi generasi muda untuk mewarisi semangat perjuangan dari para pahlawan, khususnya untuk terus membangun dan memajukan bangsa Indonesia dan Provinsi Lampung.

“Untuk memajukan negara dan daerah bukan tanggung jawab pemerintah pusat dan daerah saja, tapi menjadi tanggung jawab semua. Semua harus memiliki peran, harus produktif, berkarya, sehingga Indonesia menjadi lebih maju dan bisa sejajar bahkan lebih unggul dibanding negara-negara yang ada di dunia,” terang Dedi.

Dikatakan Politisi PDI perjuangan ini, kedepan tantangan yang dihadapi Indonesia makin besar baik di tingkat regional, nasional maupun global. Untuk itu, generasi muda harus bisa menyesuaikan diri terhadap setiap perubahan yang terjadi sehingga tidak tertinggal.

“Sesuai Rencana Program Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2019-2024 Provinsi Lampung, pembangunan infrastruktur masih prioritas.

Kedua sumber daya manusia. Karena sehebat apapun sumber daya alam kita, sehebat apapun program, apabila tidak diimbangi dengan sumber daya manusia yang berkarakter, berpikiran maju, tentunya pembangunan tidak akan maju secara pesat,” paparnya.

HUT ke-74, Waka Polda: Waktunya Untuk Berbenah

Di tempat terpisah, Waka Polda Lampung, Brigjen Pol Rudi Setiawan memaknai HUT ke-74 Kemerdekaan sebagai waktu untuk berbenah guna mempertahankan keutuhan NKRI.

“Saya kira peringatan HUT RI ke-74 kali ini harus kita gunakan sebagai waktu yang tepat bagi segenap bangsa Indonesia membulatkan tekad mempertahankan NKRI,” ujarnya.

Untuk mempertahankan NKRI, lanjut dia, bangsa Indonesia khususnya masyarakat di Provinsi Lampung harus mampu berinovasi. “Kita harus mampu berinovasi dan menciptakan karya serta kerja yang lebih berkualitas,” ujarnya.

Anggota Legium Veteran Republik Indonesia (LVRI) Provinsi Lampung, Salimi Mukhtar menyatakan untuk mengisi kemerdekaan serta memajukan bangsa, generasi muda dituntut memiliki tanggung jawab. Karena nasib suatu bangsa salah satunya adalah tergantung dari generasi mudanya.

Salimi Mukhtar berpesan kepada seluruh generasi muda di Provinsi Lampung untuk terus mengasah kemampuan sesuai dengan keahlian yang dimiliki.

Dia juga mensupport generasi muda untuk tidak pernah merasa malu dengan profesi yang digeluti. Karena setiap komponen masyarakat memiliki perannya masing-masing untuk memajukan bangsa.

“Berkiprahlah sesuai dengan keahlian masing-masing. Kita jangan malu kalau sarjana tetapi akhirnya jadi petani, jadi montir jangan malu. Karena itulah yang bisa meningkatkan kualitas hidup kita,” ujar Salimi, Minggu (18/08/2019).

Ia berharap, jika ada warga menjadi petani, upayakan bagaimana bisa menjadi petani yang baik dan menjadi petani yang mandiri. “Bagaimana bisa menciptakan lapangan kerja sendiri, bisa mencapai hasil yang maksimal,” imbuhnya.

Salimi juga berpesan generasi muda tetap menjunjung tinggi nasionalisme dengan memahami setiap butir-butir Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Menurutnya, hal itu menjadi senjata ampuh untuk menangkal budaya-budaya asing yang masuk ke Indonesia.

Ia mengaku, arus moderenisasi dan globalisasi yang semakin pesat, mengakibatkan budaya asing sangat mudah membius generasi muda untuk meniru.

“Kalau kita lihat, sejak lahir siapa pun kita, kita warga negara Indonesia. Supaya tidak ikut dengan budaya asing yang tidak sesuai dengan kultur kita, maka ikutilah setiap poin dalam Pancasila dengan baik,” paparnya.

Ia mencontohkan, seperti pada sila pertama yakni Ketuhanan Yang Maha Esa, jika masing-masing individu warga negara telah menjalankannya, maka tidak akan ada masalah.

“Di agama Islam dilarang berzina, begitu juga dengan agama lain. Tapi kenapa kini generasi sekarang terbius dengan kehidupan orang-orang barat yang mudah melakukan zina. Saat ini tidak sedikit anak muda kita yang tidak paham dengan Pancasila, kalau dia paham dia tahu mana yang baik dan yang buruk,” tandasnya. (Erik/Ricardo)

Artikel ini telah terbit di Surat Kabar Harian Kupas Tuntas Edisi Senin, 19 Agustus 2019 Berjudul “IPM Lampung di Bawah Nasional”

Facebook Comments