Beranda Bandar Lampung

Kepala Biro Perekonomian Nilai Pekan Raya Lampung 2019 Kurang Sukses

168
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Kepala Biro Perekonomian Provinsi Lampung Aris Padila. (Foto: Erik/Kupastuntas.co)

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Kepala Biro Perekonomian Provinsi Lampung Aris Padila menilai tingkat kesuksesan pelaksanaan Pekan Raya Lampung yang digelar pada tanggal 3-18 Agustus 2019 menurun jika dibandingkan dengan pagelaran Lampung Fair tahun 2018.

Meski begitu Aris mengaku sejauh ini Biro Perekonomian belum menerima laporan secara resmi dari pihak ketiga mengenai besarnya perputaran uang transaksi hingga berapa jumlah pengunjung Pekan Raya Lampung 2019, walaupun ia memprediksi penurunan pengunjung tidak sampai 10 persen dibandingkan Lamping Fair tahun lalu.

Menurut Aris banyak faktor penyebab hal tersebut salah satunya yakni sangat dekatnya rentang waktu penyelenggaraan antara Lampung Fair dengan Pekan Raya Lampung yang mana keduanya sama-sama berlangsung di tahun 2019.

“Memang perlu disadari, dari zaman Provinsi Lampung, baru tahun 2019 yang mengadakan even promosi pembangunan satu tahun dua kali, dan rentang jaraknya sangat dekat dari April hingga Agustus. Tapi kembali lagi ini bukan kehendak kita tapi kehendak masyarakat,” ujar Aris saat diwawancara di Kantor Pemerintah Provinsi Lampung, Senin (19/08/2019).

Aris juga menilai sosialisasi dari pihak Event Organizer (EO) ke masyarakat kabupaten/kota di Provinsi Lampung masih sangat kurang. Karena yang meramaikan Pekan Raya Lampung bukan hanya dari masyarakat Kota Bandar Lampung saja, akan tapi dari seluruh 15 kabupaten/kota.

“Kalaupun kurang intensifnya pihak ketiga dengan media, itu menjadi salah satu faktor untuk mengurai pengunjung. Tapi bukan berarti saya memvonis pihak EO tidak ada kerjasama dengan media, tapi salah satunya itu,” ucapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, Wahana Salju yang pertama di Lampung bahkan di Sumatera. Nyatanya tak sesuai dengan apa yang dipromosikan pihak EO sehingga kenyataannya malah membuat masyarakat kecewa.

“Jadi sebelum pelaksanaan harus ada evaluasi dulu apa sih Wahana Salju. Ini banyak masyarakat kecewa, Rp75 ribu tapi hanya bisa foto-foto aja, kemudian itu juga bukan wahana salju tapi menurut saya itu es batu, saya parut, jujur saya berani katakan saya juga bisa buat saya beli es batu banyak-banyak saya parut saya taruh di rumah saya,” keluhnya.

Dia berharap kedepan Pemprov Lampung bisa lebih bergandeng tangan dengan pihak ketiga agar program-program dalam perjanjian kerja sama betul-betul diterapkan dengan baik. (Erik)

Facebook Comments