Beranda Bandar Lampung

Tol di Lampung Masih Perlu Penambahan Rambu Jalan

179
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Pembangunan tol Lampung. Foto : ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) telah merampungkan uji laik operasi terhadap Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (TBPPKA). Beberapa rekomendasi sudah disampaikan ke PT Hutama Karya.

Kepala Cabang PT Hutama Karya tol ruas TBPPKA, Yoni Satyo mengungkapkan beberapa rekomendasi BPJT akan segera ditindaklanjuti seperti penambahan rambu jalan hingga kelengkapan kantor pengelola jalan tol.

“M emang ada permintaan penyempurnaan di beberapa lokasi. Ada perbaikan di beberapa titik. Misalnya rambunya ada yang kotor, diminta dibersihkan. Ada yang lupa dikasih marka, dikasih marka. Ada yang reflektornya hilang, disuruh melengkapi lagi. Genset mati, kantornya tidak ada air, diminta untuk diperbaiki,” kata Yoni, Rabu (21/08/2019).

Yoni menjelaskan, uji laik operasi BPJT adalah syarat mutlak untuk memperoleh sertifikat operasi. Setelah sertifikat itu diterbitkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, maka ruas tol TBPPKA siap untuk diresmikan.

Dia mengakui, jadwal peresmian jalan tol ruas TBPPKA sejauh ini belum diketahui, walau sebelumnya sempat beredar akan diresmikan pada bulan September mendatang.

“Paling nanti ada second visit saja untuk pembuktian bahwa catatan-catatan rekomendasi itu sudah dilaksanakan. Target kita di akhir Agustus ada second visit dari BPJT. Sehingga, September sertifikat laik operasi bisa keluar. Setelah itu baru PUPR menetapkan tarif tol,” ujarnya.

Disinggung progres pembangunannya, Yoni mengatakan dari enam pintu tol yang akan dioperasikan, hanya tinggal pintu tol Lambu Kibang yang sejauh ini masih dalam proses pembangunan.

“Di ruas Terbanggi Besar-Kayu Agung ada enam pintu tol, di antaranya Gunung Batin, Menggala, Lambu Kibang, Way Kenanga, Simpang Pematang, dan Kayu Agung. Yang belum jadi itu pintu tol Lambu Kibang karena kemarin masalahnya pembebasan lahannya agak terlambat. Sekarang masih pembangunan gerbang tol sama kantornya. Pembebasan lahan sudah selesai,” paparnya.

Ia menambahkan, untuk rencana pembangunan 9 rest area pada KM 215 dan KM 234, nantinya baru akan dioperasikan sementara 7 rest area dulu. Karena rest area yang lainnya belum memungkinkan untuk dibangun.

Sebelumnya, PT Hutama Karya mengimbau kepada pengendara mobil untuk tidak melintasi jalan tol ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (TBPPKA). Pasalnya, tol itu belum dioperasikan, sehingga belum bisa dijamin keamanan dan keselamatan pengendara.

Kepala Cabang PT Hutama Karya selaku pengelola TBPPKA, Yoni Satyo mengatakan meskipun kondisi ruas tol TBPPKA sudah hampir rampung pengerjaannya, namun pengendara belum diizinkan untuk melewati jalan tol itu.

Karena, lanjut dia, kondisi jalan tol belum memungkinkan untuk dilintasi. Dikatakan, kondisi lingkungan setempat belum kondusif. Sehingga, PT Hutama Karya belum bisa menjamin keamanan dan keselamatan pengendara.

Yoni menegaskan, selama ruas jalan tol itu statusnya belum beroperasi, maka belum menjadi tanggung jawab pihaknya atas segala yang terjadi terhadap pengendara yang melintas jalan tol tersebut.

“Kalau (ruas tol) sudah beroperasi, berarti kami sudah melengkapi semua layanan dari pengamanan, patroli dan sebagainya. Jadi semua infrastruktur yang dbutuhkan sudah lengkap. Jadi semua yang melintas disitu menjadi tanggung jawab kami ketika sudah beroperasi. Saat ini kan belum beroperasi, jadi sebenarnya belum menjadi tanggung jawab kami,” ujar Yoni.

Yoni menyatakan, selama ini pihaknya sudah memasang tulisan larangan memasuki jalan tol TBPPKA di setiap pintu tol yang tersedia. Namun, tidak sedikit pengendara mobil yang masih menerobosnya. (Erik)

Artikel ini telah terbit di Surat Kabar Harian Kupas Tuntas Edisi Kamis, 22 Agustus 2019 berjudul “BPJT Rekomendasikan Tol TBPPKA Ditambah Rambu Jalan “

Facebook Comments