Beranda Daerah Lampung Lampung Timur

KIS Terblokir, Tumin Tanggung Hutang Rp 22 Juta

947
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Caption foto: Ormas Kemanusiaan yang bernama Jaringan solidaritas rakyat Indonesia, yang di komandoi oleh Agus Jasutra berikan bantuan kepada Tumin, dan melihat kondisi Hafiz paska oprasi usus buntu. (foto: agus Susanto)

Kupastuntas.co, Lampung Timur – Pria 49 tahun bernama Tumin yang tinggal di rumah berdinding papan yang sudah usang itu, berkeluh kesah setelah Kartu Indonesia Sehat (KIS), atas nama Hafiz Agam Aditiya, tidak bisa digunakan untuk berobat.

Sementara, ia harus berpikir keras untuk mendapatkan uang belasan juta guna membayar pengobatan anaknya yang dirawat di Rumah Sakit selama delapan hari.

“Ya, anak saya sakit usus buntu, badannya hingga kurus, pikir saya biaya pengobatan bisa dengan KIS namun justru tidak berfungsi dengan alasan terblokir,” ujar Tumin.

Tumin tinggal bersama satu istri dan dua anaknya di rumah papan dengan konstruksi bangunan tua, sehari-harinya ayah dua anak itu hanya bekerja sebagai “penderes” pohon kelapa yang penghasilannya hanya Rp50 ribu setiap hari.

“Tapi, tidak setiap hari saya deres, jadi tidak setiap hari punya penghasilan,” kata ayah dua anak itu.

Tumin menceritakan, anak keduanya bernama Hafiz (4) masuk rumah sakit Mardi Waluyo Kota Metro, pada 11 Agustus 2019 untuk menjalani operasi usus buntu. Seusai perawatan selama delapan hari sejurus dengan percaya diri Tumin menyodorkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) di kasir rumah sakit tersebut, namun pihak administrasi menolak karena kartu bantuan pemerintah itu sudah di blokir.

“Saat itu saya langsuk, shok memikirkan biaya yang habisnya 37 juta, uang dari mana saya bisa mendapatkan uang sebanyak itu,” terang Tumin.

Mendengar kartu bantuan yang sudah terblokir, dan biaya senilai Rp37 juta membuat ia berpikir keras. Di sisi lain ia tidak sedih melihat kondisi anak yang lagi kesakitan dan persoalan ekonomi.

“Saat itu saya pulang untuk mencari utangan,” kata Tumin.

Namun Tumin mengaku, mendapat keringanan dari rumah sakit senilai Rp15 juta, setelah desa memberikan surat pernyataan tidak mampu, hingga saat ini pria sebagai penderes itu masih menanggung hutang senilai 22 juta demi kesembuhan anaknya.

“jalan satu-satunya yaitu mas, hutang karena KIS yang terblokir, harapan kami satu kesembuhan anak kami,” ujarnya.

Melihat keluhan dari Tumin terkait ekonomi dan kondisi anaknya yang masih dalam pesakitan dan viral di media sosial, Organisasi Masyarakat Jaringan solidaritas rakyat Indonesia yang di ketuai oleh Agus Eka Putra Jasutra, bersama timnya bergerak demi kemanusiaan, dengan memberikan bantuan sembako dan sedikit uang tunai untuk keperluan Tumin.

Koordinator Jaringan Solidaritas Rakyat Indonesia, Eka Jasutra mengatakan ormas yang dia bentuk berjuang untuk kemanusiaan, dana yang digunakan untuk kemanusiaan bersumber dari iuran anggota, dan dermawan dermawan lainnya.

“ormas kami progresnya untuk kemanusiaan, dan kami ormas yang mandiri yang tidak menadahkan proposal dengan pemerintah,” kata Jasutra. (Agus)

Facebook Comments