Beranda Pariwisata

Menpar Minta Lampung Segera Bangun Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata

29
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Penutupan LKF 2019 di Lapangan Enggal oleh Meneri Pariwisata Arief Yahya bersama Gubernur Arinal dan Wagub Chusnunia Chalim. Foto : Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Menteri Pariwisata Arief Yahya secara langsung menutup Lampung Krakatau Festival 2019, Minggu (25/8/2019) siang. Dalam sambutannya, ia menginstruksikan agar Provinsi Lampung segera memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata.

Menurutnya, untuk pengembangan pariwisata, suatu daerah harus memiliki KEK agar pembangunan pariwisata semakin cepat. Seperti daerah-daerah lain yang telah memiliki KEK pariwisata salah satunya di KEK Mandalika yang ada di Nusa Tenggara Barat mampu mendatangkan investasi hingga Rp30 triliun.

“Jadi jika sudah ada KEK, Investasi akan semakin mudah masuk. Lahannya yang disiapkan minimal 300 hektare, tahun ini juga usahakan ada KEK,” ujarnya.

Ia pun meminta Gubernur Lampung dan Pemda Kabupaten/Kota untuk menyediakan lahan khusus bagi KEK. Dengan adanya KEK, akan menambah minat wisatawan untuk berkunjung, baik lokal maupun mancanegara.

“Nah, tadi saya berbicara dengan Gubernur dan PEMKAB Pesawaran, katanya sudah ada 650 hektar yang siap dijadikan KEK,” katanya.

Pada kesempatan itu, Menpar Arief Yahya juga mengapresiasi Pemprov Lampung yang sukses mengadakan event berskala nasional. Ia berharap, Pemprov bisa menjaga konsistensi raihan tersebut.

“Lampung, dari pengamatan saya cukup sukses dalam menghelat dua event nasional. Satu di antaranya adalah LKF ini. Dan hebatnya, hari ini tiga tagar tentang LKF 2019 jadi trending,” ungkapnya bangga.

Agar ke depannya menjadi lebih baik, Arief memberi masukan positif tentang bagaimana sebuah festival diadakan. Ia menyebut tiga elemen penting yang harus ada dalam setiap festival.

“Yang pertama harus punya creative value. Artinya, setiap penyelenggaraan festival bertaraf nasional harus benar-benar lahir dari putra bangsa. Kalau ada tarian, tariannya harus hasil koreo dari koreografer nasional. Begitu pula kalau menampilkan busana, harus berasal dari desainer dalam negeri,” imbaunya.

Arief juga menjelaskan, festival yang baik adalah festival yang memenuhi commersial value atau nilai komersil. Terakhir festival yang diselenggarakan, harus memiliki kontinunitas alias berkesinambungan. (Rls)

Facebook Comments