Beranda Daerah Lampung Tulang Bawang Barat

Pekan Depan Ratusan Seniman Akan Meriahkan Festival Tubaba Ke-IV

55
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Poster Festival Tubaba ke-IV dengan tema “Dari Masa Depan”. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Tulang Bawang Barat – Sejak tahun 2016 lalu Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) secara konsisten menggelar program pelatihan kesenian untuk warga. Peserta aktif adalah para pelajar yang berusia 7 hingga 17 tahun yang memiliki bakat di bidang sastra, teater, seni rupa, tari dan tahun ini film. Program ini diturunkan dari filosofi Tubaba yakni Nemen, Nedes dan Nerimo atau Nenemo yang berarti bekerja keras, konsisten dan ikhlas.

Tujuan pelatihan bukan untuk menjadikan peserta didik menjadi seniman, tapi bagaimana melalui proses kesenian peserta diajak bekerja keras untuk menciptakan karya yang indah. Nilai-nilai seperti respek, empati dan terbuka terhadap perbedaan adalah nilai-nilai yang terinternalisasikan melalui program ini.

Pada Festival Tubaba yang ke-IV kali ini mengambil tema “Dari Masa Depan” sebuah metafor tentang visi sebuah kota dari generasi muda. “Visi tersebut akan kita lihat dalam presentasi karya mereka, di dalam seni rupa berbagai tematik dan teknik akan terurai dalam setiap karya rupa mereka. Enam grup teater yang meskipun masih menggunakan naskah-naskah lama tapi coba ditafsirkan oleh pikiran mereka yang milenial. Sedangkan musik mencoba memainkan elemen pentatonik dan diatonik untuk mewujudkan musik kolaboratif,” terang Umar Ahmad Bupati Tubaba didampingi Direktur Festival Tubaba Semi Ikra Anggara kepada wartawan disela-sela persiapan, Minggu (25/8/2019).

Sementara, lanjut dia, Tari Nenemo akan menampilkan 75 penari untuk menabalkan filosofi “Nenemo” sebagai visi masa depan Tubaba. “Tentu saja penampilan kesenian dari generasi muda, bukan berarti melupakan kesenian yang telah lama tumbuh di masyarakat, akan kita saksikan pula gitar klasik Lampung, Kulintang, Dzikir Lampung, Ngediao atau Bebandung, Reog, Jaipong dan Baleganjur,” tutur Bupati.

Seniman yang terlibat berjumlah sekitar 300 orang. Festival ini digelar di empat venue, Kota Ulluan Nughik “Rumah Panggung”, Kota Ulluan Nughik “Rumah Baduy” keduanya di Rawa Kebo, Patung Empat Marga, letter S, Panaragan dan Sessat Agung Bumi Gayo Ragem Sai Mangi Wawai.

Kemudian, Semi menjelaskan, sejumlah ekspresi seni tradisional yang juga menandakan multikulturalisme masyarakat Tubaba. “Aktor Joind Bayuwinanda dari Jakarta akan menampilkan monolog dengan tema pendidikan, sedangkan grup musik Amigdala akan memainkan komposisi ciamik. Dua seniman ini sebagai representasi dari seniman berpengalaman untuk dijadikan semacam referensi kekaryaan para peserta didik program pelatihan kesenian Tubaba,” ujarnya.

“Seluruh rangkaian acara berlangsung pada tanggal 29-31 Agustus 2019,” pungkasnya.

Selain penampilan dan pameran kesenian, kata Semi, pada gelaran kali ini Festival Tubaba mempunyai konten yang bisa dibilang istimewa, yakni launching “Kopi Tubaba”. “Disebut istimewa karena ternyata anggapan selama ini Tubaba tidak memiliki produk kopi yang bisa dinikmati itu keliru. Berdasarkan hasil percobaan ternyata kopi yang banyak tumbuh di pekarangan rumah warga Tubaba memiliki rasa yang cukup nikmat. Besar harapan setelah launching ini warga Tubaba bisa memproduksi kopi dari pekarangan rumahnya sendiri,” harap dia. (Irawan/Lucky)

Facebook Comments