Beranda Daerah Lampung Metro

Proses Lelang Proyek ULP Metro Jadi Sorotan, Sejumlah Organisasi Minta Walikota Lakukan Evaluasi

834
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Kantor Unit Layanan Pengadaan Barang Dan Jasa Kota Metro yang berada di Jalan Selagai Kecamatan Metro Timur. Foto : Johan/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Metro – Pemerintah Kota (Pemkot) Metro diminta untuk segera mengevaluasi proses lelang proyek yang dilakukan oleh Unit Layanan Pengadaan (ULP) setempat. Alasannya, selain tidak transparan juga terindikasi kecurangan dalam proses lelang.

Hal tersebut disampaikan sejumlah organisasi masyarakat karena banyaknya laporan terkait proses lelang yang diduga adanya persekongkolan dalam pengkondisian proses lelang proyek yang dilakukan oleh ULP setempat.

Sebelumnnya, kekecewaan juga disampaikan Gabungan Pelaksana Kontruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Kota Metro beberapa waktu lalu. Mereka menuding proses lelang yang digelar oleh ULP Metro diduga ada aksi korupsi kolusi dan nepotisme (KKN). Salah satunya adalah tindakan ULP Metro yang menggugurkan peserta lelang proyek dengan alasan yang mengada ada atau hanya formalitas.

”Kami minta pejabat tertinggi di Pemkot Metro untuk segera melakukan peninjauan kembali proses lelang yang telah digelar oleh ULP Metro karena tidak menutup kemungkinan terjadi beragam permainan seperti pengkondisian, dugaan pejabat bermain, operator yang mengatur rencana penempatan bagi calon pemenang, dugaan komitmen fee hingga bersekongkol dengan ULP, “ujar Hendri, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Perkara DPD Lampung, Minggu (25/8/2019).

Dia juga mengatakan, bahwa telah menerima sejumlah laporan salah satunya yaitu pembangunan Pasar Hewan Tejo Agung dengan pagu anggaran sebesar Rp1,5 milyar yang saat ini telah menjadi sorotan.

“Belum dibangun saja sudah banyak persoalan. Mulai dari proses lelang proyek hingga bahkan kami menduga nampak keterlibatan sejumlah Anggota dewan Metro turut serta dalam pengondisian proyek tersebut,“ bebernya tanpa menyebutkan Anggota Dewan yang dimaksud.

Ia menambahkan, agar Pemkot Metro dapat lebih peka lagi dalam menerima setiap laporan masyarakat sehingga tidak terjadi pembiaran yang berdampak pada kualitas pembangunan tersebut. “Kami minta Pemkot Metro dapat mengevaluasi proses lelang di ULP Metro sehingga ke depan lebih baik lagi,“ tandasnya.

Senada di sampaikan Deni Ketua LSM Petir Wilayah Metro. Dia mengatakan bahwa proses lelang di ULP Metro akhir-akhir ini menjadi sorotan publik. Bahkan laporan terbaru yaitu terkait proses tender untuk pembangunan pasar hewan Tejo Agung yang menelan anggaran sebesar Rp1,5 milyar.

”Pemkot Metro agar segera mengevaluasi proses lelang yang dilakukan oleh ULP Metro, karena kami juga menduga dalam proses lelang yang telah digelar tersebut telah mengakomodasikan kepentingan pihak tertentu dan menghasilkan keputusan yang merugikan para pihak proses tender pengadaan barang dan jasa,“ pungkasnya.
(Han)

Facebook Comments