Beranda Bung Kupas

WNA di Lampung Tidak Terdata

45
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Zainal Hidayat

Kupastuntas.co, Bung Kupas – Warga negara asing (WNA) yang hilir mudik masuk ke Provinsi Lampung memang tidak sebanyak di Pulau Bali. Jika di Pulau Bali turis asing sangat mudah ditemukan. Sebaliknya, di Provinsi Lampung WNA hanya bisa ditemukan di beberapa tempat saja, seperti destinasi wisata, lembaga pemerintahan maupun lembaga pendidikan.

Meskipun demikian, ternyata Kanwil Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) melalui Divisi Keimigrasian Lampung, tidak memiliki data pasti berapa orang asing yang masuk.

Anehnya, Kanwil Kemenkumham Lampung berani memastikan jika semua warga asing yang masuk memiliki surat menyurat resmi. Semestinya, jika memang warga asing memiliki dokumen resmi, maka dengan sendirinya identitas mereka pasti terdaftar di keimigrasian. Tapi kenapa kok jumlahnya tidak diketahui.

Beranjak dari sinilah, Kemenkumham Lampung berencana melakukan penguatan pengawasan terhadap keberadaan orang asing. Salah satunya, dengan akan membentuk Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) di setiap kabupaten/kota bahkan sampai ke desa.

Dengan tidak bisa terdatanya kuantitas WNA di Lampung, dikhawatirkan akan berdampak pada kendornya pengawasan terhadap aktivitas mereka selama berada di Provinsi Sang Bumi Ruwa Jurai. Jika sampai itu terjadi, tidak menutup kemungkinan keberadaan WNA bisa melakukan aktivitas yang melanggar aturan.

Keterbatasan personel di Kanwil Kemenkumham inilah, yang disikapi dengan menggandeng para intel aparat kepolisian setempat untuk ikut mengawasi keberadaan WNA. Tentu saja pengawasan terhadap WNA tidak boleh lengah. Jangan sampai mereka melakukan aktifitas yang bisa merugikan negara.

Yang menarik, di wilayah Lampung Timur misalnya, ada tenaga kerja wanita yang baru pulang dari luar negeri ternyata sudah punya suami yang notabene warga asing. Bahkan, kini warga asing itu sudah menetap di Lampung Timur berbaur bersama warga lainnya.

Era globalisasi yang membuat semua negara semakin terbuka, jangan sampai mengakibatkan warga negara asing juga bebas memasuki wilayah tanah air. Apalagi, jika sampai aktivitas mereka juga sampai tidak bisa dipantau secara intens. Harus ada langkah cepat dari lembaga terkait, agar semua warga asing yang masuk dan beraktivitas di Lampung bisa terus dimonitor.

Jangan sampai keberadaan warga asing justru menjadi informan untuk mengumpulkan data dan potensi yang dimiliki di Lampung bagi negara asalnya. Apapun kondisinya, semua warga asing di Lampung harus bisa terdata dan diketahui tujuannya berada di Lampung. Sehingga keberadaan mereka tidak memicu dampak yang merugikan bagi Provinsi Lampung khususnya, dan negara Indonesia secara umum. (**)  

Facebook Comments