Beranda Daerah Lampung Lampung Selatan

Kapal Tongkang Keruk Pasir di Dekat Gunung Anak Krakatau, Begini Komentar Polda Lampung

132
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Kapal tongkang terlihat di perairan Gunung Anak Krakatu, Jumat (30/08/2019). Foto: Ist/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Kepala Biro Operasional (Karo Ops) Polda Lampung, Kombes Pol Yosi Hariyoso menyatakan telah melakukan komunikasi kepada Kapolres Lampung Selatan AKBP M Syarhan untuk mengecek peristiwa pengerukan pasir laut di perairan Gunung Anak Krakatau (GAK).

“Sudah saya komunikasikan langsung ke Kapolres setempat. Terima kasih untuk informasinya,” ucapnya, Minggu (1/9/2019).

Pernyataan sama disampaikan Kasubdit IV Tipiter Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung, AKBP Daniel Binsar Manurung. Ia mengatakan persoalan keberadaan kapal tongkang di GAK sudah terpantau berkat pemberitaan di media. Menurut dia, langkah Polda Lampung sudah didelegasikan ke Polres Lampung Selatan.

“Sudah diselidiki oleh Polres setempat,” katanya.

Daniel belum bersedia memberikan klarifikasi apakah ada kesalahan atau pelanggaran hukum yang terjadi dalam peristiwa itu. Menurut dia, untuk mengetahui hal itu, perlu dilakukan penelusuran izin dari instansi terkait.

“Soal GAK itu masuk dalam wilayah yang diatur dalam RZWP3K yang dikatakan tidak boleh ada aktivitas pertambangan, saya belum bisa komentar. Harus dicari lebih dulu rincinya ke pihak ESDM, Kementerian Kelautan, Lingkungan Hidup dan lain-lain,” jelasnya.

Sementara Kapolres Lampung Selatan AKBP M Syarhan menyatakan telah menerjunkan jajaran Polair untuk menyelidiki aktivitas penambangan pasir oleh PT LIP.

Kapolres pun berpesan warga untuk menahan diri tidak melakukan tindakan-tindakan yang berbau anarkis terhadap kegiatan pertambangan pasir di perairan GAK.

“Kami imbau masyarakat dapat menahan diri. Kami sampai sekarang ini masih melakukan penyelidikan soal aktivitas penambangan itu. Jangan sampai tindak-tindak itu justru dapat merugikan kita bersama,” kata Syarhan.

Di bagian lain, warga Desa Tejang, Kepulauan Sebesi, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan memprotes keberadaan kapal tongkang yang melakukan pengerukan pasir laut di perairan GAK.

Bahkan, warga setempat sempat merekam aktivitasnya kapal tongkang dengan alat perekam video dan foto (drone) lalu dishare di jejaring media sosial Facebook.

Sejak ramai diberitakan, muncul inisiatif dari PT LIP dengan menggelar sosialisasi kepada masyarakat pesisir Rajabasa terkait aktivitas penambangan pasir laut itu. Namun, sosialisasi itu menuai penolakan dari warga setempat.

Warga pesisir Rajabasa-Kalianda pun berencana akan menutup secara paksa usaha tambang pasir di perairan GAK, karena dianggap dapat berdampak merugikan bagi alam dan masyarakat setempat.

Warga Pulau Sebesi juga mengungkapkan, kapal tongkang milik PT LIP yang melakukan aktifitas penambangan pasir laut masih berada di perairan GAK pada Minggu (01/09/2019). “Kapal tongkang itu memang sering datang dan pergi begitu saja mas. Dan sampai hari Minggu kemarin kapal tongkang masih ada di perairan GAK,” kata warga ini. (Ricardo/Dirsah)

Artikel ini sudah terbit di Surat Kabar Harian Kupas Tuntas edisi Senin 2 September 2019 dengan judul “PT LIP Eksploitasi pasir laut seluas 1000 ha di Lamsel”

Facebook Comments