Beranda Bandar Lampung

Kementerian LHK Dalami Polemik Kapal Tongkang yang Keruk Pasir di GAK

135
Kapal tongkang terlihat di perairan Gunung Anak Krakatu, Jumat (30/08/2019). Foto: Ist/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengklaim telah melakukan rangkaian penyelidikan terhadap polemik pengerukan pasir yang terjadi di Gunung Anak Krakatau (GAK), Lampung Selatan.

Kapal tongkang milik PT Lautan Indonesia Persada (LIP) yang menambang pasir laut di perairan Gunung Anak Krakatau (GAK), telah ditarik dan kini bersandar di dekat Dermaga 5 Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.

“Sedang kami pelajari dan dalami berkait dengan pengerukan pasir di GAK itu,” ujar Direktur Pidana KLHK, Yasid kepada Kupastuntas.co, Senin (02/09/2019).

Kapal tongkang yang sempat meresahkan masyarakat Pulau Sebesi itu ditarik oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Bakauheni pada Sabtu (31/8/2019).

Hal itu dilakukan karena kapal tidak mengantongi Surat Izin Kerja Keruk (SIKK) yang diterbitkan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI.

Menurut Yasid, penyelidikan yang dilakukan KLHK itu telah dimulai sejak, Sabtu (31/8/2019). Hingga saat ini, bagian Penegakan Hukum (Gakkum) KLHK sedang melakukan pendalaman polemik tersebut.

“Informasi yang masuk ke KLHK pada Sabtu kemarin. Dan ini sedang didalami Gakkum KLHK,” tambahnya. (Ricardo)

Facebook Comments