Beranda Bandar Lampung

Order Gojek Berjam-jam Tapi Nggak Dapat Driver, Warga Bandar Lampung Ngeluh

1338
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Ilustrasi demo mitra Gojek. Foto : Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Warga Bandar Lampung yang sering menggunakan jasa ojek online dari Gojek kini terpaksa ‘gigit jari’. Pasalnya setiap kali mencoba melakukan order untuk layanan ini, tidak pernah dapat driver. Sekalinya dapat driver, mereka minta cancel dengan alasan lokasinya terlalu jauh dengan titik penjemputan atau pembelian suatu barang.

“Hari ini buat pesen gojek susah banget. Sampai berapa kali order nggak nemu driver juga. Tadi dapat eh malah di cancel, alasannya kejauhan. Tadi mau gosend tugas saja sampai sejam nyari driver nggak ketemu-ketemu,” kata Diah, salah satu mahasiswa Unila, Senin (2/9/2019).

“Saya sampai ganti ke aplikasi lainnya karena di Gojek nggak ketemu nyari drivernya,” imbuh Widya, mahasiswa lainnya.

Usut punya usut ternyata driver Gojek lagi pada demo selama 3-4 hari ini. Lantaran pihak Gojek menurunkan insetif yang semulanya Rp160 menjadi Rp 80ribu. Hal ini dibenarkan oleh salah satu driver Gojek.

“Iya emang lagi susah nyari driver sekarang, soalnya lagi pada demo karena penurunan insetif itu. Turun hampir 100ribu. Dulu 160 sekarang jadi 80ribu. Kata pihak gojek itu dikurangi karena sudah subsidi dari penumpang. Katanya konsumen banyak yang pakai promo. Seharusnya itu urusan perusahaan sama konsumen ya bukan ke kami para driver,” ujar Fitri Yanto, salah satu driver Gojek di bandar Lampung.

Terpisah, Ketua Umum Gaspool Lampung Miftahul Huda membenarkan hal itu. Ia aksi off bid massal selama tiga hari dilakukan sebagai bentuk protes kepada pihak aplikator yang menurunkan bonus atau insentif. Ia mengatakan off bid ini akan berlangsung hingga 5 September mendatang.

“Ini bisa diperpanjang jika pihak Gojek tetap tidak mendengar aspirasi kami mitranya,” ungkap Miftahul Huda.

Menurut dia, pemotongan insentif atau bonus dilakukan aplikator dengan alasan untuk biaya promosi perusahaan kepada konsumen. Namun menurut dia hal itu tidak masuk akal.

“Bagaimana bisa perusahaan besar yang asetnya ratusan triliun bisa mengambil keputusan memotong bonus dengan alasan biaya promosi. Kami menolak kebijakan ini. Karena bonus adalah bagian dari kesejahteraan kami mitra Gojek. Memotong bonus sama saja dengan memotong kesejahteraan mitra Gojek,” tandasnya. (Tampan/Tb)

Facebook Comments