• Kamis, 12 Desember 2019

Mayat Penjual Obat dan Tembakau Keliling di Kelumbayan Tanggamus Ditemukan Membusuk 

Selasa, 03 September 2019 - 07.55 WIB - 0

Kupastuntas.co, Tanggamus - Warga Dusun Teluk Baru Pekon Kiluan Negeri, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, digemparkan dengan penemuan mayat yang sudah membusuk di bawah pohon cengkih area perkebunan dusun setempat, Senin (02/09/2019) siang.

Mayat yang diketahui bernama Suhada (63), warga Pekon Kelumbayan Negeri, Kecamatan Kelumbayan, Tanggamus dimana kesehariannya sebagai penjual obat dan tembakau keliling itu ditemukan tergeletak di bawah pohon cengkih.

Kasatreskrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas mengungkapkan, temuan mayat tersebut mulanya diketahui oleh warga pemilik kebun yakni Sumadi dan anaknya Mardiyanto pada Minggu (1/09/2019) lalu.

"Kami menerima laporan dari Kepala Pekon Kiluan Negeri Kadek Sukarte bahwa ada mayat di kebun milik Sumadi," ungkap AKP Edi Qorinas, Selasa (03/09/2019).

Dikatakan AKP Edi Qorinas, mayat tersebut diketahui oleh Mardiyanto yang sedang membersihkan kebun dan membungkus buah pisang di kebun.

Terlihat ada mayat yang sudah membusuk tersangkut di batang pohon. Setelah itu ia memberitahu orang tuanya dan melapor ke pamong Dusun Teluk Baru.

Selanjutnya langkah dari pihak kepolisian melakukan olah TKP dan visum yang dilakukan oleh Inafis Polres Tanggamus, dibantu Polsek Limau. Tujuannya untuk mengetahui ciri fisik mayat dan mengungkap identitas mayat tersebut.

"Mayat akhirnya bisa diketahui identitasnya, Suhada, usia 63 tahun, berdomisili di Pekon Kelumbayan Negeri, Kecamatan Kelumbayan, kesehariannya sebagai penjual obat dan tembakau keliling," kata AKP Edi Qorinas.

Mayat tersebut telah dievakuasi dengan dibantu masyarakat dan aparat terkait seperti anggota Koramil Cukuh Balak, pos TNI AL, dan petugas kesehatan.

"Mayat dibawa ke Dusun Teluk Baru, Pekon Kiluan Negeri untuk dimakamkan di TPU di tempat tersebut atas persetujuan keluarga," ujarnya.

Dari hasil olah TKP, ada beberapa faktor kondisi mayat tidak diketahui, pertama karena lokasi yang ada di perkebunan. Lokasi itu berjarak sekitar empat kilometer dari lokasi pemukiman warga.

Selanjutnya ada di lereng perbukitan dengan kemiringan hampir mencapai 90 derajat. Dan untuk ke lokasi hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki menyusuri jalan setapak. Sedangkan untuk sepeda motor tidak bisa menjangkaunya.

"Itu juga yang menjadi kendala tim kami dalam melakukan olah TKP dan mengevakuasi korban. Syukur akhirnya semua bisa dilakukan dan korban bisa dimakamkan secara layak," tegasnya.

Berdasarkan hasil olah TKP dan melihat medan yang tebing, dugaan sementara korban meninggal di lokasi itu karena kelelahan dan tergelincir ketika melintas di perkebunan tersebut.

"Diperkirakan meninggal di atas tanggal 21 Agustus, sebab pada tanggal itu masih ada warga yang melihat dia," tutupnya. (Sayuti)

  • Editor : Mita Wijayanti