Beranda Daerah Lampung Lampung Timur

TKI Asal Lampung Timur Meninggal di Brunei Darussalam

5740
Keluarga pasaturi Suyodi dan Mujiati, warga Desa Putra Aji I, Kecamatan Sukadana saat berkumpul penuh haru setelah mendengar informasi anaknya Agus Triono (Taksi) meninggal di Brunei Darussalam. Foto: Agus/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Timur – Suyodi (54) dan Mujiati (52) Pasangan suami istri yang tinggal di Desa Putra Aji I, Kecamatan Sukadana, bersama keluarganya duduk di teras rumah dengan raut muka tampak haru.

Pasalnya kedua pasutri tersebut baru saja mendapatkan kabar, bahwa anaknya yang bekerja di Brunei Darussalam meninggal dunia. Namun penyebab meninggalnya masih belum diketahui.

“Di telpon tadi pagi, katanya meninggal kemarin,” ujar Suyodi, Selasa (03/09/2019).

Pekerja buruh migran yang meninggal di perantauan tersebut bernama Agus Triono. Ia berangkat ke Brunei Darussalam pada 2015 silam dan bekerja sebagai buruh bangunan.

“Kami sebagai orang tua berharap bisa secepatnya melihat jenazah anak saya. Dan pemerintah diharapkan secepatnya untuk dapat membantu kepulangan jenazah anak kami,” ujar Suyodi.

Sementara Kepala Dinas Tenaga Kerja Lampung Timur Budiyul, membenarkan adanya warga Lampung Timur yang bekerja di Brunei Darussalam meninggal dunia. Dari informasi yang didapat penyebab meninggalnya pekerja migran Indonesia tersebut karena bunuh diri.

Namun dari pihak Kepolisian Brunei Darussalam masih akan melakukan otopsi guna membuktikan penyebab meninggalnya Agus Triono. “Info sementara bunuh diri, tapi tunggu informasi dari pihak polisi Brunai Darussalam lebih pastinya,” ujar Budiyul.

Lanjutnya, Agus berangkat dari Indonesia ke Brunai Darussalam melalui jalur resmi pada tahun 2015 silam dengan kontrak kerja dua tahun, sehingga putus kontrak selesai pada tahun 2017. Namun sampai 2019 ini Agus masih berada di Brunei Darussalam.

“Berdasarkan data tersebut aartinya ia sudah lewat kontrak,” jelas Budiyul.

Mengenai kepulangan jenazahnya, Kepala Dinas Tenaga Kerja Lamtim Budiyul menargetkan tujuh hari terhitung sejak hari ini (Selasa, 03/09/2019).

“Kami terus konfirmasi dengan BP3TKI terkait kepulangan jenazah,” ujar Budiyul. (Agus)

 

Facebook Comments