• Senin, 16 Desember 2019

Warga Pulau Sebesi Unjuk Rasa Tolak Aktivitas Tambang Pasir di Perairan GAK

Selasa, 03 September 2019 - 12.16 WIB - 0

Kupastuntas.co, Lampung Selatan - Sejumlah masyarakat Desa Pulau Tejang, Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan menggelar aksi unjuk rasa menolak aksi pertambangan pasir di perairan Gunung Anak Krakatau Krakatau (GAK) di depan balai desa setempat, Selasa (03/09/2019).

Sam salah seorang warga setempat mengatakan unjuk rasa dilaksanakan sekitar pukul 08.00 WIB, dengan tuntutan menolak segala bentuk aktivitas pertambangan pasir di lokasi GAK.

"Iya ada itu, saya dengar tadi untuk menolak penambangan pasir di wilayah Sebesi dan Krakatau," ujar Sam saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Ia mengakuiaktivitas pertambangan pasir itu memang belum terlaksana, namun alat-alat pendukung untuk melakukan aktivitas pertambangan pasir itu sudah ada di lokasi. "Alat-alatnya sudah ada semua di sini. Mereka itu tinggal kerja saja di sini," kata Sam.

Ia menambahkan, aksi itu meminta agar pihak-pihak yang berwenang dapat mencabut izin aktivitas pertambangan perusahaan PT Lautan Indah Persada (LIP).

"Katanya PT LIP itu sudah punya surat, permintaan warga nggak muluk-muluk, cabut saja izinnya. Karena masyarakat juga nggak tahu izinnya seperti apa, dan batas-batasnya seperti apa," ungkap Sam.

Sam menambahkan, aksi unjuk rasa yang diikuti juga oleh kaum emak-emak itu digelar persis di depan kantor balai Desa Tejang. "Sah-sah saja sih, namanya masyarakat ingin menyampaikan aspirasi mereka," lanjut Sam.

Saat ditanya apakah masyarakat setempat masih mengalami trauma dengan kejadian Tsunami beberapa waktu lalu, ditambah lagi adanya aktivitas pertambangan itu, hal itu justru yang dikhawatirkan oleh masyarakat.

"Kita sendiri kan nggak tahu kenapa kemarin bisa gunung (GAK) rubuh. Yang ditakutkan kalau pasir ini dikeruk, gunungnya bisa rubuh lagi, jadi tsunami," tandasnya. (Dirsah)

  • Editor : Mita Wijayanti